Oleh Rihad pada hari Kamis, 25 Feb 2021 - 08:20:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Ternyata, 20 Persen Listrik Kalbar Impor dari Malaysia

tscom_news_photo_1614216054.jpg
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyebutkan bahwa 20 persen listrik di Kalbar masih membeli dari Malaysia. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa secara daring di Pontianak, Rabu (24/2).

Selain itu, ada 332 desa yang belum teraliri listrik alias gelap gulita. Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengusulkan proyek pengadaan listrik pada 332 desa di Kalbar agar menjadi prioritas nasional pada 2022 mendatang.

"Di Kalbar masih ada 332 desa yang gelap gulita atau belum mendapat listrik. Ini yang menjadi keluhan masyarakat ke pemerintah," ungkap Sutarmidji. Menurut Sutarmidji, 2020 lalu pengadaan listrik sudah direalisasikan pada 23 desa. Namun, kata dia, masih ada keluhan dari masyarakat yang belum mendapat listrik. "Tahun 2019 sebanyak 355 desa belum dijangkau oleh listrik. Alhamdulillah pengadaan listrik bisa direalisasikan ke 23 desa. Jadi masih ada 332 desa yang belum terjangkau pada 2020," kata Sutarmidji yang dilantik Presiden Jokowi sebagai gubernur Kalbar pada 5 September 2018 itu.

Ia mengatakan untuk saat ini saja 20 persen kebutuhan listrik Kalbar masih mengimpor dari Malaysia. "Ada 20 persen atau sekitar 299 MW kebutuhan listrik kami beli dari Malaysia. Artinya kita masih belum mandiri," ungkap mantan wali kota Pontianak yang menjabat dua periode itu.

Sementara itu, Suharso Monoarfa mengatakan pada 2021 proyek pengadaan listrik sudah dialokasikan di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Ia menambahkan pada 2022 juga akan dianggarkan kembali di APBN.

Kalimantan Barat sendiri membutuhkan 3.006 megawatt (MW) energi listrik pada 2025 mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut, Pemprov Kalbar terus berkoordinasi dengan PT PLN dan pihak swasta lain yang mampu menyediakan pasokan listrik. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalbar Syarif Kamaruuzaman mengatakan, pihaknya memproyeksikan sampai 2025 Kalbar membutuhkan 3.006 MW energi listrik dari semua sistem pembangkit yang ada. “Untuk memenuhi kebutuhan energi di Kalbar, kita melakukan proyeksi sebagai suatu pendekatan untuk menelaah kebutuhan masyarakat akan energi di daerah kita yang bersumber dari leap prued Kalbar. Dari proyeksi yang kita buat, Kalbar membutuhkan energi listrik setidaknya 3.006 MW untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri pada 2025 mendatang," kata dia beberapa waktu lalu.

tag: #listrik  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Fraksi Demokrat Harap Penggabungan Dua Kementerian Jauh Dari Intervensi Politik

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid berharap agar penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek dapat melahirkan kebijakan yang lebih produktif bagi dunia ...
Berita

DPR Harap Pembentukan Keminves Bisa Selesaikan Masalah Klasik Birokrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah mengatakan, dengan terbentuknya Kementerian Investasi (Kemeinves) dapat menyelesaikan masalah klasik yakni persoalan ...