Oleh Yoga pada hari Kamis, 25 Feb 2021 - 14:07:35 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Geledah Rumah Ihsan Yunus, MAKI: KPK Telat

tscom_news_photo_1614236855.jpg
Boyamin Saiman Koordinator MAKI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komisi Pemberantasan Korupsi telah selesai melakukan penggeledahan rumah yang diduga milik politikus PDIP Ihsan Yunus di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur terkait kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid – 19. Dalam penggeledahannya, penyidik menemukan dokumen atau barang bukti lainnya terkait kasus Bansos tersebut, Rabu (24/2/2021).

Boyamin Saiman Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait penggeledahan di rumah Ihsan Yunus mengatakan bahwa, penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Ihsan Yunus telat dilakukan dan sudah satu bulan dari kejadian.

Jadi, menurutnya, kemungkinan sulit untuk mendapatkan barang bukti yang kuat karena bisa saja sudah dibersihkan sebelum adanya penggeledahan.

“Geledahnya sudah sebulan dari kejadian emangnya dapat apa, agak sulit untuk mendapatkan barang bukti, diduga sudah dibersihin sebelumnya. Sudah sangat terlambat KPK lakukan penggeledahan tersebut,” tandas Boyamin, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, Boyamin juga menilai jika sudah ada 20 izin yang diterbitkan Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk penggeledahan sejak penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Namun tidak segera dilakukan Penggeledahan, jadi mestinya langsung dilakukan sehingga barang bukti masih utuh dan tidak dihilangkan. Kalau baru sekarang atau nanti, maka diperkirakan dan diduga barang buktinya sudah hilang,” ungkapnya.

Menurut Boyamin, seharusnya KPK melakukan penggeledahan secepat mungkin setelah adanya OTT, agar menimbulkan efek kejut di lokasi penggeledahan tersebut.

“Ibarat perang, penggeledahan itu harus ada unsur kejut dan mendadak, jika perlu malam hari atau menjelang pagi,” imbuhnya.

Walaupun penggeledahan sudah dimulai kembali, namun menurut Boyamin masih adanya lanjutan sidang praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, terkait dugaan ditelantarkannya surat izin penggeledahan dalam penanganan perkara korupsi Bansos Kemensos oleh penyidik KPK.

“Untuk itu gugatan Praper yang sudah aku daftarkan Minggu kemarin masih tetap lanjut karna masih ada yang kurang yaitu terkait 20 izin penggeledahan belum semuanya dilakukan,” katanya.

tag: #korupsi  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Cuaca Jabodetabek Hari ini, Waspadai Hujan Siang Hari

Oleh Ariful Hakim
pada hari Senin, 12 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan prakiraan cuaca DKI Jakarta dan sekitarnya Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada ...
Berita

Ketum JMSI Buka Rakerda Pengda JMSI Aceh

BANDAACEH (TEROPONGSENAYAN)-- Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang diwakili Asisten Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Ir. Iskandar Syukri, MM, MT hadiri Rapat Kerja ...