Oleh Nuim Khaiyath, Wartawan Senior Tinggal di Australia pada hari Kamis, 25 Feb 2021 - 21:10:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Ketika Kepala Polisi Memperingatkan Kepala Pemerintahan

tscom_news_photo_1614262202.jpeg
Polisi Australia (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)--Kepala Polisi Federal Australia Komisaris Tinggi Reece Kershaw (di Australia tidak ada pangkat jenderal dalam kepolisian), yang diangkat oleh pemerintah, dalam suratnya kepada Kepala Pemerintahan Australia, Perdana Menteri Scott Morrison, yang dipilih oleh mayoritas rakyat, memperingatkan bahwa segala sinyaliran tentang perilaku bernuansa pidana oleh anggota jajaran pemerintahan harus segera dilaporkan kepada kepolisian federal.

Surat ini merupakan buntut dari kasus pelecehan seksual/pemerkosaan yang dialami seorang perempuan bernama Brittany Higgins yang waktu itu,bulan Maret tahun 2019, bekerja sebagai salah seorang anggota staf Menteri Pertahanan Australia, Senator Linda Reynolds. Yang dituding memerkosanya juga adalah sesama pegawai Kementerian Pertahanan.

Segera setelah kejadian itu, korban pemerkosaan Brittany Higgins, memutuskan untuk tidak mengadukan perlakuan yang dialaminya kepada polisi karena "khawatir akan kehilangan jabatannya".

Diketahui bahwa kasusnya memang sempat sampai kepada Menteri Pertahanan yang mewawancarainya di tempat kejadian perkara pidana itu.

Meski beberapa menteri senior kemudian mengetahui kasus tersebut namun laporan kepada Perdana Menteri Scott Morrison tidak segera disampaikan.

Setelah berlarut begitu lama, kasus ini akhirnya terungkap kembali, khusus ketika korban pemerkosaan Brittany Higgins memutuskan untuk mengadukan kasus ini kepada Kepolisian Federal Australia.

Perdana Menteri Scott Morrison mengaku kecewa karena tidak langsung mendapat laporan tentang hal ini, sementara Menteri Pertahanan Linda Reynolds ketika menjawab pertanyaan bertubi-tubi tentang kasus ini dalam sidang Senat Australia, bukan saja sempat menyucurkan air mata karena penyesalan telah salah kiat dalam menangai kasus ini - seperti mewawancarai korban di tempat kejadian perkara - melainkan juga akhirnya masuk rumah sakit karena "gangguan pada jantungnya."

Setelah keriuh rendahan ini berkobar, Komisaris Tinggi Kepolisian Federal Australia Reece Kershaw, menulis surat kepada Perdana Menteri Scott Morrison, yang pesan utamanya adalah peringatan, "Agar sinyaliran tentang perilaku pidana wajib segera dilaporkan."

Dikatakan selanjutnya, "Saya harus menyampaikan dengan setegas-tegasnya tentang arti penting dari pengaduan yang sesegera mungkin dari sesuatu sinyaliran tentang perilaku pidana."

Komisaris Tinggi Kepolisian Federal Australia itu juga menyampaikan kepada Perdana Menteri Scott Morrison bahwa kegagalan melaporkan sinyaliran perilaku pidana sebagaimana yang telah terjadi, atau memilih untuk mengkomunikasikan atau menyebarkan sinyaliran itu dengan tata cara lain, misalnya melalui media atau pihak ketiga, berisiko membawa pengaruh jelek nantinya terhadap penyelidikan oleh kepolisian.

Juga diperingatkan oleh Komisaris Tinggi Reece Kershaw, keterlambatan melaporkan perilaku pidana dapat berakibat hilangnya alat bukti kunci, berlanjutnya perbuatan pidana seperti itu, atau terulangnya perilaku seperti itu oleh orang yang disangka telah melakukannya sebelum itu.

Kepada para anggota parlemen dan para Senator, Komisaris Tinggi Reece Kershaw juga mengingatkan segera menyampaikan sesuatu pengaduan seperti itu "dengan kewajiban menjaga hak dan nama-baik korban."

Perdana Menteri Scott Morrison kemudian meneruskan surat Komisaris Tinggi Kepolisian Federal Australia itu kepada Ketua Parlemen dan Ketua Senat agar pesan itu diteruskan kepada semua politisi Australia.

Perdana Menteri Scott Morrison mengakui bahwa itu merupakan kejadian yang serius dan penuh trauma yang harus dihadapi oleh siapa pun.

Di Australia tidak ada yang menganggap ada keganjilan atau keanehan bahwa Kepala Kepolisian Federal yang pada hakikatnya diangkat oleh pemerintah/Perdana Menteri, mengirim surat begitu tegas mengenai suatu kasus yang melibatkan "hanya seorang pegawai biasa" dalam Kementerian Pertahanan negara ini.

Segala ini mencerminkan "equality before the law" alias kesetaraan di mata hukum yang dijunjung tinggi di negara ini.

Dapat ditambahkan, gaji tahunan Perdana Menteri Scott Morrison (sekitar $530.000) setahun, masih kira-kira $200.000 di bawah gaji Kepala Kepolisian Federal Australia, Komisaris Tinggi Reece Kershaw (sekitar $730.000) setahun.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #polisi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Opini

“ Lone Wolf” Itu!

Oleh Zainal Bintang, wartawan senior dan pemerhati masalah sosial budaya
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)--Aksi terorisme bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar, Minggu pagi  (28/03/21) menewaskan sepasang suami isteri yang baru menikah 6 bulan.  Lukman Alfarizi(25) ...
Opini

Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut. Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores. Hijau savana di bukit ...