Berita
Oleh Aditya AF pada hari Sunday, 28 Feb 2021 - 07:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Presiden AS Joe Biden Berjanji Hukum Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

tscom_news_photo_1614447356.jpg
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Biden (Sumber foto : Ist)

JAKARTA ( TEROPONG SENAYAN ) -- Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, berjanji bakal menghukum pihak-pihak yang diduga melanggar hak asasi manusia terkait dengan kasus pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Biden mengatakan hal itu selepas berdialog dengan Raja Arab Saudi, Raja Salman, pada Kamis (25/2) lalu.

"Saya berbicara dengan Raja (Salman) kemarin, dan saya menyampaikan dengan jelas bahwa beberapa aturan main akan berubah dan kami akan menyampaikannya pada Jumat atau Senin pekan pekan depan. Kami akan meminta pertanggungjawaban terhadap dugaan pelanggaran HAM," kata Biden dalam wawancara dengan Univision, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/2).

Biden juga menyinggung soal hubungan luar negeri AS dan Saudi yang kemungkinan bakal berubah dari masa kepemimpinan pendahulunya, Donald Trump.

Mendiang Khashoggi merupakan seorang kolumnis surat kabar The Washington Post yang kerap mengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

Ia dinyatakan tewas dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, mereka berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Mereka menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi tanpa diketahui siapapun.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap tim pembunuh yang disebut-sebut bergerak di bawah perintah Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), Pasukan Harimau, atas keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khashoggi.

Kementerian Keuangan Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka akan memblokir aset Pasukan Harimau. AS juga melarang semua transaksi dengan tim yang mereka sebut dengan nama Rapid Intervention Force tersebut.

Selain Pasukan Harimau, seorang pejabat intelijen Saudi, Ahmed al-Asssiri, juga menjadi target sanksi serupa karena keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi.

Dalam laporan intelijen AS, sang Putra Mahkota adalah pemimpin de facto Saudi, sehingga tak mungkin keputusan besar untuk menghabisi nyawa Khashoggi diambil tanpa sepengetahuannya.

Assiri merupakan bagian dari lingkaran dalam MbS. Ia sebenarnya sempat diadili atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi, tapi akhirnya dibebaskan dari segala tuduhan.

tag: #joe-biden  #amerika-serikat  #pembunuhan  #jurnalis  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Perempuan Berperan Besar Menjaga Ketahanan Keluarga Menghadapi Pandemi Covid-19

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pandemi covid -19 telah berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, yang langsung dirasakan setiap keluarga terutama dibidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sosial ...
Berita

Jokowi Targetkan Pertumbuhan 7 Persen, Marwan Cik Asan: Pemerintah Terlalu Optimis

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Target pertumbuhan ekonomi Indonesa melebihi 7 persen pada kuartal II 2021 dinilai anggota Komisi XI Marwan Cik Asan akan sangat berat. Dalam hal ini, jangan sampai ...