Oleh Rihad pada hari Sabtu, 06 Mar 2021 - 08:40:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Sikap Moeldoko Dulu dan Kini

tscom_news_photo_1614994759.jpeg
Moeldoko (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Moeldoko akhirnya hadir di Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Sikapnya ini jauh berbeda dengan pernyataan sebelumnya bahwa dia tidak memiliki maksud untuk kudeta.

Tapi nyatanya ia telah berpidato, dan menyatakan KLB yang digagas beberapa pendiri dan mantan pengurus itu konstitusional.

"KLB ini adalah konstitusional seperti tertuang dalam AD/ART. Untuk itulah, sebelum saya datang ke sini saya ingin memastikan 3 pertanyaan yang saya sampaikan kepada saudara sekalian," ucap Moeldoko Jumat (5/3) malam.

"Setelah ada kepastian, saya dengan sukarela datang ke sini walau macet luar biasa," imbuhnya. Tiga pertanyaan itu disampaikan Moeldoko melalui telepon setelah dinyatakan terpilih aklamasi. Yaitu menanyakan pada peserta rapat apakah KLB sesuai AD/ART, apakah serius memilih Moeldoko, dan apakah serius menempatkan merah putih di atas kepentingan pribadi/golongan.

"Saya sungguh sangat apresiasi Saudara sekalian dari berbagai daerah DPD, DPC, dan organisasi sayap, para pendiri, para senior yang telah berani memperjuangkan cita-cita yaitu sebuah Partai Demokrat yang demokratis, terbuka, dan modern," katanya.

Moeldoko, yang tak hadir saat pemilihan, menyebut KLB berjalan demokratis karena peserta ada yang memilih Marzuki Alie dan Moeldoko. Meski, mekanisme pemilihan hanya ditunjukkan oleh peserta dengan berdiri.

"Saya tak punya kekuatan untuk memaksa Saudara sekalian memilih saya, tapi semua lahir dari sebuah keyakinan," tuturnya.

"Saya apresiasi atas permintaan kalian telah meminta saya menjadi ketua umum Partai Demokrat, terima kasih. Itu saya terima," katanya.

Kesediaan Moeldoko menjadi ketua umum Demokrat tandingan menjadi sangat kontras dibandingkan pernyataan sebelumnya.

"Demokrat Jaya, Moeldoko yes, yes!" teriak peserta KLB serentak.

Teriakan "Moeldoko Presiden" juga menggema di dalam ruangan. Teriakan itu dikomandoi salah salah satu tokoh, Etty Manduapessy.

"Moeldoko Presiden! Moeldoko Presiden 2024! Moeldoko Presiden!" ujar para peserta.

Setelah itu, Moeldoko menyampaikan pidato politik di hadapan kader. Dia optimistis bisa memimpin Partai Demokrat bersama dewan pembina terpilih versi KLB, Marzuki Alie.

"Saya memiliki pengalaman di militer dan pemerintahan, para pendiri dan senior memiliki filosofi dan kebijakan yang tinggi. Serta DPD, DPC, dan organisasi sayap punya kekuatan yang gelora. Jika ini bisa disatukan maka akan menggemparkan Indonesia," ujar Moeldoko.

KLB Demokrat Sumut ini telah dikecam SBY, AHY, hingga sejumlah DPD Demokrat. AHY dan SBY menegaskan KLB Sumut ini ilegal di tengah terpilihnya Moeldoko, orang dari luar Partai Demokrat.

Sikap SBY

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi pers menanggapi digelarnya KLB Sumut yang menetapkan Moeldoko sebagai ketum. SBY menyoroti inkonsistensi sikap Moeldoko terkait isu kudeta Demokrat.

"Satu bulan yang lalu, kita masih ingat ketika Ketum AHY secara resmi mengirim surat kepada yang Mulia Bapak Presiden Jokowi tentang keterlibatan KSP Moeldoko dalam gerakan penggulingan Partai Demokrat," kata SBY di Cikeas, Jumat (5/3).

"Banyak tanggapan bernada nyinyir dan miring. Mereka mengatakan, Demokrat hanya mencari sensasi. Demokrat hanya playing victim," lanjut SBY.

Bahkan, kata SBY, Moeldoko menyatakan bahwa pertemuannya dengan sejumlah kader Demokrat hanya pertemuan biasa. Moeldoko, kata SBY, membantah bakal mengudeta Demokrat. "KSP Moeldoko katakan itu hanya ngopi-ngopi. Pelaku gerakan mengatakan itu hanya rapat biasa. Sementara itu, kita juga masih ingat ada pula yang punya keyakinan bahwa KSP Moeldoko pasti mendapat sanksi dari atasannya," kata SBY.

Namun, SBY mengatakan, hari ini semua bantahan Moeldoko itu terbukti salah. Sebab, ia telah menerima menjadi Ketum Demokrat versi KLB Sumut. Ia menilai apa yang dilakukan Moeldoko sungguh jauh dari sikap seorang ksatria.

"Memang banyak yang tercengang, tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta," kata SBY.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari ksatria dan nilai moral," lanjut SBY.

Dalam kesempatan itu, SBY juga menegaskan bahwa KLB Demokrat di Sumut adalah ilegal dan abal-abal. Sebab, KLB tersebut sama sekali tidak memenuhi persyaratan yang tertera di AD/ART partai.

tag: #moeldoko  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Zoom

Mereka Yang Lawan Hasil Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Oleh Rihad
pada hari Saturday, 15 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tes Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik karena bahannya yang sama sekali tidak berhubungan dengan pemberantasan korupsi. ...
Zoom

Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Menurut Novel

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menjelaskan keanehan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dijalaninya. Diketahui 75 pegawai KPK tak lolos dalam TWK tersebut, yang ...