Oleh Habil Marati pada hari Minggu, 07 Mar 2021 - 14:56:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Sepak Terjang SBY Bersama Demokrat, Mampukah Bersaing di 2024?

tscom_news_photo_1615103885.jpg
Habil Marati (Sumber foto : ist)

Publik masih ingat dengan segar, bahwa SBY diberhentikan Gus Dur dari kursi menteri Menkopolkam 1 Juni 2001. Kemudian era Megawati SBY mengundurkan diri dari Kabinet Megawati dari Kursi Menkopolkam 11 Maret 2004.

Partai Demokrat didirikan tanggal 9 September 2001. Hal ini sesuai dengan hari lahir SBY 9-9. SBY ketika diberhentikan Gus Dur dari kursi Menkopolkam 1 Juni 2001 muncul gagasan SBY mendirikan sebuah Partai Politik untuk mengantarkan SBY menjadi Presiden ke-6 RI. SBY menggagas mendirikan Partai Politik didorong oleh kekalahannya secara terhormat pada pemilihan Wapres di MPR 2001.

Era Presiden Megawati SBY diangkat menjadi Menkopolkam meskipun mendapat penolakan dari internal PDIP karena SBY menantu Sarwo Edi Wibowo yang berseberangan dengan Soekarno. Meskipun SBY telah diangkat menjadi Menkopolkam tapi tidak menghentikan langkah dan Gagasan SBY untuk mendirikan Partai Politik untuk menjadi kendaraan Politiknya pada Pilpres 2004. Langkah SBY mendirikan Partai Politik sudah pasti tanpa sepengetahuan Presiden Megawati. Gagasan dan rencana mendirikan Partai Politik sebagai kendaraan Politik SBY untuk capres pada pilpres 2004 akan menjadi rivalitas Presiden Megawati pada Pilpres 2004.

Hal inilah yang membuat Megawati merasa ditikam SBY dari belakang. Jabatan Mengkopolkam memperlancar niat dan gagasan SBY mendirikan Partai Politik apa lagi didukung dengan fasilitas Menkopolkam tentu mempermudah SBY untuk melakukan sosialisasi secara diam diam tanpa sepengetahuan Presiden Megawati.

Pada tanggal 1 Maret 2004 Alm. Taufik Kiemas menyebut SBY sebagai Jenderal kekanak kanakan karena SBY mengadukan internal kabinet Presiden Megawati ke wartawan. Pada akhirnya SBY mengundurkan diri dari Kabinet Presiden Megawati 11 Maret 2004. Pernyataan Alm. Taufik Kiemas” Jendral kekanak kanakan” serta pengunduran diri SBY dari kursi Menkopolkam kabinet Megawati justru telah melambungkan popularitas nama SBY sebagai calon presiden 2004 bersaing dengan Presiden incumbent Megawati. Menjelang Pilpres 2004 Popularitas nama SBY sulit untuk dikalahkan siapapun juga termasuk Presiden Incumbent Megawati. Belajar dari perspektif yang mengantar kan SBY menjabat Presiden RI dua periode, maka apakah KLB Sibolangit akan menjadi kuda troya baru untuk SBY come back dalam pemilu 2024?

SBY ahli strategis dan ahli menciptakan kuda troya baru. Kapitalisasi politik SBY sangat cukup untuk melayani permain politik kelas pencitraan. Presiden Megawati ketika mengangkat SBY sebagai menkopolkam 11 Maret 2001 dan mengundurkan diri dari Kabinet Presiden Megawati 11 Maret 2004, Presiden Megawati lupa bahwa kapitalisasi politik SBY telah dimulai ketika Gus Dur mencopot SBY dari Kursi Mengkopolkam. Kemudian Alm. Taufik Kiemas menyebut Jendral kekanak kanakan dan puncaknya SBY mengundurkan diri dari Kabinet Megawati.

Terbukti menjelang Pilpres 2004 popularitas dan elektabilitas SBY semakin sulit dikalahkan. Meskipun dalam Pilpres 2004 Megawati sebagai incumbent berpasangan dengan ketua PB NU Alm. KH Hasyim Muzadi yang secara kalkulasi politik susah untuk kalah sebab konon masa Nahdliyin sekitar 40-60 jt tapi kalah dari Pasangan SBY-JK yg pernah sama sama diberhentikan Presiden Gus Dur. Bagi SBY yang memiliki kapitalisasi politik dan dibesarkan dalam situasi politik konflik adalah modal politik SBY di dalam mengelola tekanan politik dari internal demokrat maupun dari luar Demokrat. Bisa jadi KLB Sibolga kembali menjadi kuda troya baru bagi SBY. Rakyat Indonesia dan Umat menantikan sejauh mana kali ini kuda troya SBY mereduksi politik piramida dari lawan lawan politik SBY.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #susilo-bambang-yudhoyono-sby  #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Opini

Puasa, Langkah Awal Memulihkan Perekonomian

Oleh Ichsanuddin Noorsy
pada hari Minggu, 09 Mei 2021
Bulan Ramadhan memberikan pembelajaran bahwa kehidupan harus ditekuni dengan kejujuran, kebersahajaan dan kepatutan (tidak serakah), nir persepsi, serta nafsu yang harus dikendalikan. Harus jujur ...
Opini

Menuju Perubahan Bangsa Secara Demokratis

Banyak hal yang harus dikerjakan bila ingin membangun demokrasi yang sehat khususnya dalam kaitan dengan Pilpres langsung dan Pemilu. Karena umum sudah tahu bahwa Pilpres/ Pemilu diduga diatur oleh ...