Oleh Rihad pada hari Selasa, 09 Mar 2021 - 06:44:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Normalisasi Sungai Jakarta Tetap Dilanjutkan

tscom_news_photo_1615247041.jpg
Normalisasi sungai (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat proyek normalisasi di Jakarta dalam dua tahun ke depan. Pemprov pun telah menyediakan dana hingga Rp 5 Triliun.

"Insya Allah secara bertahap dengan dapat dukungan dari Pak Basuki yang membantu dari pemerintah pusat, nanti akan kami teruskan pembangunan normalisasi di Jakarta. Insya Allah akan kami kebut dalam dua tahun ke depan," kata Riza Patria, di Balai Kota Jakarta, Senin malam (9/3/2021).

Riza menyebut untuk normalisasi di Jakarta bukanlah hal mudah, mengingat diharuskannya Pemprov DKI melakukan pembebasan lahan sungai yang artinya harus melakukan relokasi warga di bantaran sungai.

Pembebasan lahan ini, lanjut Riza, dilakukan secara bertahap oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama wali kota tempat aliran sungai dengan juga berkoordinasi bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Meski demikian, Riza belum memberikan kepastian kapan akan dimulai pembebasan lahan tersebut.

"Prinsipnya, insya Allah segera. Kami setiap tahun melakukan upaya pembebasan lahan terkait normalisasi, waduk, situ, embung dan sebagainya," ujar Riza.

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan normalisasi sungai di Jakarta akan tetap dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang terjadi di ibu kota.

"Normalisasi dilakukan, pemprov dapat tugas terkait normalisasi untuk melakukan pembebasan lahan. Bahkan kami anggarkan Rp5 triliun untuk pembebasan lahan. Dan kami akan koordinasikan terus dengan berbagai stakeholder," kata Riza, di Jakarta, Minggu (7/3).

Dana sebesar itu, kata Riza, dianggarkan hingga tahun 2024 untuk normalisasi dan baru untuk pembebasan lahan di Sungai Ciliwung, belum termasuk sungai-sungai yang lain.

Dana tersebut, di luar dari anggaran untuk penanganan banjir yang disebutkan Riza, nilainya tidak pernah kurang dari Rp2 triliun setiap tahun.

"Dana banjir itu artinya lebih dari 20 persen belanja modal," ujar dia lagi.

Ia menargetkan hingga tahun 2022, pembebasan lahan di aliran Sungai Ciliwung sudah bisa dirampungkan, namun ia memerlukan dukungan dari DPRD DKI, pemerintah pusat dan DPR RI, termasuk dukungan soal pendanaan.

Namun, ia belum merinci daerah mana yang akan dilakukan pembebasan lahan untuk mengatasi banjir, karena memerlukan beberapa tahapan.

Adapun beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian, misalnya Kali Pesanggrahan, Sunter, Angke, atau Ciliwung.

"Semua tentu ada tahapannya, menjadi perhatian tapi ada prioritasnya," katanya pula.

Riza menambahkan, tahun lalu pembebasan lahan sekitar 7,6 kilometer atau sekitar 3 kilometer untuk masing-masing sisi kanan dan kiri Sungai Ciliwung sudah dirampungkan, sehingga pengerjaan untuk pemasangan "sheet pile" sudah bisa dilakukan yang diharapkan rampung akhir 2021.

Diperkirakan pembebasan lahan di Ciliwung yang belum terealisasi mencapai sekitar 10 kilometer.

Ia menambahkan alokasi anggaran untuk penanganan banjir di DKI Jakarta tiap tahun terbilang besar yang berkisar 20 persen dari belanja modal, atau sekitar Rp2 triliun dari belanja modal mencapai Rp9 triliun hingga Rp10 triliun.

tag: #ahy  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Lainnya
Jakarta

HUT Ke-60, Ini Harapan Gubernur Anies untuk Bank DKI

Oleh windarto
pada hari Senin, 12 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang merayakan HUT Ke-60 diharapkan dapat terus berinovasi serta memberikan manfaat yang lebih besar kepada ...
Jakarta

Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Ditutup Pada 6-17 Mei, Apa Kata Wagub DKI?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Penutupan terminal bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di Jakarta pada 6-17 Mei 2021 diharapkan akan mengurangi mobilitas warga guna menekan penyebaran virus corona ...