Oleh Rihad pada hari Senin, 19 Apr 2021 - 19:52:47 WIB
Bagikan Berita ini :

Menag Larang Takbir Keliling, Silakan di Masjid atau Mushola Saja

tscom_news_photo_1618836701.jpg
Ilustrasi takbir keliling (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat tidak diperkenankan. "Silakan takbir di dalam masjid atau mushola," ujar Menag saat memberikan keterangan pers virtual di Jakarta, Senin (19/4)

Menag mengatakan takbir berkeliling berpotensi menimbulkan kerumunan dan membuka peluang penularan COVID-19.

Dia mengatakan takbir diperkenankan di dalam masjid atau mushala, namun dengan hanya 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala tersebut.

Pada kesempatan itu Menag juga menjelaskan mengenai keputusan pemerintah menerapkan larangan mudik.

Dia menyampaikan larangan mudik diterapkan karena mudik hukumnya adalah sunah sementara menjaga kesehatan diri keluarga lingkungan adalah kewajiban.

"Jangan sampai yang wajib digugurkan yang sunah. Jadi larangan mudik lebih ditekankan karena kita semua pemerintah ingin melindungi seluruh warga dari penularan COVID-19," terangnya.

Pendapat MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan Fatwa MUI No.24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Syawal 1442 Hijriah. Dalam ketetapan ini, tertuang sejumlah aturan aktivitas ibadah di masa Lebaran 2021, termasuk di dalamnya aturan takbir keliling dan kegiatan halalbihalal.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam melalui fatwa tersebut setuju masyarakat tetap melakukan sunah takbir. Namun karena masih di masa pandemi COVID-19, masyarakat diimbau melakukan takbir sesuai prokes.

"Prinsipnya di malam Idul Fitri kita disunahkan melakukan takbir, sebagai wujud pengaguman terhadap Allah SWT. Biasanya di kondisi normal ada takbir keliling. Nah, sekarang kita fokus tetap disunahkan takbir, tapi takbir dilakukan di rumah bersama keluarga. Atau di masjid dengan pembatasan sosial dan prokes," kata Asrorun dalam siaran pers virtual di BNPB, Senin (12/4).

"Kuncinya adalah jangan sampai aktivitas takbir itu justru kontraproduktif dengan potensial menyebarkan wabah COVID-19," imbuhnya.

Asrorun menekankan, Ramadhan maupun Idul Fitri bukan celah untuk mengabaikan prokes di tengah pandemi. Semua kegiatan keagamaan masih bisa dilakukan dengan adaptasi baru.

tag: #mudik  #covid-19  #kementerian-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Dihadiri Jokowi, Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 18 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong akan dimulai pada Selasa (18/5/2021). Terdapat 19 perusahaan yang akan memulai program vaksinasi tahap pertama pada hari ...
Berita

Bamsoet dan Ketua Parlemen Turki Minta PBB Keluarkan Resolusi Hentikan Agresi Israel ke Palestina

BALI (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Parlemen Turki H.E. Mr. Mustafa Sentop berkomunikasi melalui sambungan telepon, membahas kondisi terkini di Israel dan ...