Oleh Rihad pada hari Rabu, 21 Apr 2021 - 09:07:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengapa Indonesia Tak Boleh Lengah Seperti India?

tscom_news_photo_1618970844.jpg
Ilustrasi COVID-19 di India (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya agar kasus COVID-19 di Tanah Air tidak melonjak seperti India.“Yang pasti kita terus-menerus mengedukasi masyarakat. Adanya larangan mudik itu kan salah satu upaya kita menjaga supaya mengurangi mobilitas,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam rilis diterima, di Jakarta, Selasa(23/4)

Langkah antisipasi lainnya adalah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, khususnya di daerah-daerah tujuan mudik, daerah zona merah atau yang kasusnya meningkat. Kemudian, penguatan testing, tracing, treatment terutama di daerah-daerah tujuan mudik. Nadia menjelaskan,

Pemerintah juga terus meningkatkan capaian program vaksinasi. Teorinya bahwa 70 persen dari sasaran vaksinasi bisa memberikan perlindungan, atau menekan laju penularan virus. “Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Walaupun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan,” kata Nadia.

Pemerintah berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa menahan diri, sehingga tidak mudik. Nadia mengaku bisa memahami bahwa masyarakat menginginkan sekali bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.“Tapi tentunya kita menahan diri jangan sampai kemudian terjadi lonjakan kasus di kemudian hari. Kita tahu bahwa peningkatan kasus selalu berhubungan dengan mobilitas yang tinggi,” ujarnya lagi.

Kasus di India

India sudah sempat mengalami penurunan kasus Covid-19 pada Februari 2021. Namun kemudian, pemerintah melonggarkan aturan pergerakan selama pandemi.

Pemerintah bahkan mengizinkan gelaran festival keagamaan Kumbh Mela, di mana para pemeluk agama Hindu melakukan ritual mandi di sungai beramai-ramai.

Kasus Covid-19 di India terus meningkat akibat sejumlah varian baru virus corona yang muncul. India menembus rekor kasus harian Covid-19 tertinggi dunia pada Selasa (20/4) dengan angka kematian paling banyak selama pandemi melanda negara itu.

Kementerian Kesehatan India melaporkan 259.170 kasus infeksi baru, rekor tertinggi di dunia. Selain itu, India juga mencatat rekor angka kematian harian terbesar di negara itu, yaitu mencapai 1.761.

Secara keseluruhan, India sudah melaporkan 15,32 juta kasus Covid-19 sejak pandemi melanda. Dengan angka ini, India menempati urutan kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus vid-19 tertinggi di dunia.

Sebagaimana dilansir Reuters, negara dengan populasi terbesar kedua di dunia itu pun terjerumus dalam situasi darurat kesehatan publik terbesar.

Kamar-kamar rumah sakit dilaporkan penuh dengan laporan kekurangan obat di berbagai daerah, sementara pusat-pusat kremasi juga kewalahan melayani permintaan yang mendadak melonjak.

Para warga di salah satu negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, pun meminta bantuan melalui berbagai jejaring sosial untuk mencarikan rumah sakit bagi anggota keluarga mereka yang terinfeksi Covid-19.

Pemerintah Ibu Kota India, New Delhi, pun memutuskan memberlakukan lockdown selama enam hari penuh mulai Senin (19/4).

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Rumah Warga yang Balik ke Jakarta Akan Diberi Tanda

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 16 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kodam Jaya memberikan tanda terhadap rumah warga balik ke Jakarta guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 usai ...
Berita

Investasi RI Berangsur Membaik, Muhaimin Beraharap Penanganan Pandemi Covid-19 Lebih Serius

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikator skenario prediktif tersebut adalah pertumbuhan realisasi nilai ...