Oleh Azmi Syahputra Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia(Alpha) pada hari Sabtu, 24 Apr 2021 - 13:53:16 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Rembes dan Retak

tscom_news_photo_1619247196.jpg
Gedung Merah Putih KPK (Sumber foto : Istimewa)

Terkait tertangkapnya Oknum Penyidik KPK, seorang Pengacara dan ditersangkakan Walikota Tanjung Balai terkait suap pada penyidik KPK (Kamis, 23 /4) yang mana pertemuan penyidik KPK dan walikota Tanjung Balai diketahui difasilitasi pertemuaannya oleh Salah satu petinggi DPR RI Azis Syamsuddin.

Bagaimana bisa rembes atau bocor tindakan yang akan dilakukan KPK sampai bisa di difasilitasi pertemuaannya kepada pelaku yang akan diselidiki KPK, oleh salah satu anggota legislatif, padahal diketahui bukankah informasi penyelidikan KPK itu sifatnya tertutup?

Padahal jika diilustrasikan dampak rembes itu pada seolah dinding, bisa airnya kemana- mana, membuat ruangan lembab dan dapat membuat bangunan jadi retak? Bagaimana dengan unit dinding KPK apakah sudah kena rembes semua kah?

Secara dari kasus ini, tahap penyelidikan sudah diketahui dan dirembeskan atau dibocorkan sejak Oktober 2020 dan sudah pula difasilitasi pertemuan oleh salah satu anggota DPR tersebut, ini menunjukkan setidaknya pertahanan lini dalam organ KPK sudah "rembes, SOP tidak jalan, pengawasan internal kurang maksimal, peraturan kode etika dan Pedoman perilaku KPK diabaikan" jadi sudah rembes kemana-mana.

Inilah puncak "gawat kejahatan" dan "gawat korupsi", reformasi yang digaungkan penyelenggara negara dilukainya sendiri, dikhianati, karena kegiatan reformasi termasuk melalui revisi UU KPK serasa "ada Sayur dibalik bakwan", kewenangan dijalankan dibarengi dengan dusta dan guna melindungi kepentingan tertentu serta tampak keterlihatan rapinya jaringan pelaku kejahatan yang bisa bersinergis dengan simpul kekuasaan termasuk peran pertarungan kewenangan yang didasarkan kepada ambisi kekuasaan politik.

Ini adalah bentuk penyimpangan kelembagaan (organizational deviance) yang dilakukan sangat terencana dari orang-orang yang punya kewenangan dalam organ negara, perilaku menyimpang ini berubah menjadi suatu tindak pidana kejahatan dengan dampak daya rusak yang luas karena efek perbuatan ini telah mengacaukan dan merusak tatanan hukum dan kepercayaan publik pada organ negara, karena disini kejahatan terlihat semakin sempurna, sebab dilakukan oleh orang-orang yang punya kewenangan dan punya pengetahuan hukum, sehingga penyelesaian kasus ini pun direkayasa "dibungkus rapat melalui uang".

Maka yang terpenting dari kasus penangkapan penyidik KPK ini atas perkara Walikota Tanjung Balai Sumatera Utara, ditemukan aktor utama atau dalang perbuatan ini.

Karena dari orang inilah yang menjadi kunci untuk menggerakkan lebih jauh termasuk pihak-pihak yang dapat ditarik pertanggungjawaban pidananya dengan kualifikasi turut serta, yang menganjurkan dan orang yang menyuruh melakukan pembantuan tindak pidana dalam perkara ini dengan tindakan, upaya dan skema penyelesaian kasus hukum Walikota Tanjung Balai dengan cara memberi suap milyaran rupiah, termasuk pembukaan rekening bank serta pembayaran suap bertahap yang sudah dikemas seolah pembayaran kredit bertahap.

Sehingga diharapkan melalui tindakan penyidikanlah akan dikumpulkan dan ditemukan bukti-bukti, bukti-bukti ini membuat terang tentang peristwa pidana yang telah terjadi termasuk menemukan pihak pihak tersangka lainnya yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Opini

Puasa, Langkah Awal Memulihkan Perekonomian

Oleh Ichsanuddin Noorsy
pada hari Minggu, 09 Mei 2021
Bulan Ramadhan memberikan pembelajaran bahwa kehidupan harus ditekuni dengan kejujuran, kebersahajaan dan kepatutan (tidak serakah), nir persepsi, serta nafsu yang harus dikendalikan. Harus jujur ...
Opini

Menuju Perubahan Bangsa Secara Demokratis

Banyak hal yang harus dikerjakan bila ingin membangun demokrasi yang sehat khususnya dalam kaitan dengan Pilpres langsung dan Pemilu. Karena umum sudah tahu bahwa Pilpres/ Pemilu diduga diatur oleh ...