Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 30 Apr 2021 - 04:23:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Kasus Azis Syamsuddin Diminta Tak Berhenti di Penggeledahan

tscom_news_photo_1619731434.jpg
Azis Syamsudin Wakil Ketua DPR (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menyinggung kasus korupsi mantan Ketua DPR Setya Novanto ketika membahas penggerebekan kantor Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya pikir preseden Setnov harus jadi preseden terakhir. Dimana elit dapat menghalangi upaya-upaya penegakan hukum, termasuk pemberantasan korupsi," tutur Arif dalam diskusi daring, Kamis (29/4/2021).

Arif mengatakan, penggeledahan yang dilakukan KPK terhadap Azis tidak boleh hanya berhenti sampai di situ. Kekhawatiran ini ia sampaikan berkaca pada insiden yang terjadi dalam kasus Setnov.

"Kita bisa berkaca pada kasus Setya Novanto. Sempat tertunda karena harus menunggu Badan Kehormatan Dewan. Saya pikir dalam upaya untuk penegakan hukum itu bukan hanya harus ditindak secara efisien, tapi harus dilakukan dalam jangka yang singkat," tambahnya.

Ia juga menyoroti berbagai upaya banyak pihak dalam menghalangi penangkapan dan penindakan terhadap Setnov.

Menurutnya, Azis seharusnya berupaya membersihkan nama DPR dari jerat korupsi, alih-alih malah turut terseret di tengah kasus. Menurut catatannya, selama ini partai politik kerap kali terlibat dalam perburuan "rente" korupsi.

Misalnya, kata dia, pada kasus korupsi KTP elektronik, impor pangan, pembangunan infrastruktur, hingga pada kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ia mengatakan, pada mayoritas kasus korupsi yang ditangani KPK pun, kerap kali tersangka pelaku korupsi merupakan anggota dewan atau kepala daerah.

"Mestinya Azis sebagai pimpinan dewan bukan hanya prihatin terhadap fakta ini. Tapi lakukan upaya untuk menghentikan. Gimana supaya jumlah anggota DPR yang masuk radar KPK nggak makin lama makin bertambah," tambah dia.

Sebelumnya, KPK menggeledah kantor Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4). KPK juga menggeledah rumah dinas dan rumah pribadi Azis.

Ramai diperbincangkan bahwa Azis diduga terlibat dalam kasus penyuapan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

tag: #azis-syamsuddin  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Dihadiri Jokowi, Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 18 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong akan dimulai pada Selasa (18/5/2021). Terdapat 19 perusahaan yang akan memulai program vaksinasi tahap pertama pada hari ...
Berita

Bamsoet dan Ketua Parlemen Turki Minta PBB Keluarkan Resolusi Hentikan Agresi Israel ke Palestina

BALI (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Parlemen Turki H.E. Mr. Mustafa Sentop berkomunikasi melalui sambungan telepon, membahas kondisi terkini di Israel dan ...