Oleh Rihad pada hari Minggu, 02 Mei 2021 - 15:27:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Jaga Pasokan, Berdikari Order Ribuan Ton Daging Sapi Brasil

tscom_news_photo_1619944072.jpg
Peresmian impor daging oleh Berdikari (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kebutuhan daging di bulan Ramadhan dan Idul Fitri biasanya akan meningkat. Karena itu pemerintah memutuskan untuk mengimpor daging agar kebutuhan daging bisa terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Salah satu perusahaan yang mendapat penugasan impor adalah

PT Berdikari (Persero) yang datangkan secara bertahap daging sapi beku asal Brasil untuk cukupi kebutuhan bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Tahap pertama ini Berdikari akan mendatangkan 420 ton daging sapi beku asal Brasil sebelum hari raya Idul fitri. Kedatangan perdana daging sapi Brasil pada 1 Mei di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Berdikari (Persero), Harry Warganegara dan Direktur Operasional, Muhammad Hasyim.

Turut hadir menyaksikan bongkar muat daging, Asisten Deputi Pangan & Pupuk Kementerian BUMN, Zuryati Simbolon, Direktur Utama & Ketua Klaster Pangan, Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Dharmajaya Raditya Endra Budiman.

Kedatangan ini merupakan realisasi penugasan total sebanyak 20.000 ton daging asal Brasil dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN guna cukupi kebutuhan daging nasional di 2021. Dimana sebelumnya pada tahun 2020, PT Berdikari (Persero) berhasil merealisasikan penugasan impor daging sebanyak 24.444 ton daging kerbau India dan 1.923 ton daging sapi Brasil.

Melonjaknya harga daging sapi global khususnya di Amerika Serikat & Australia yang dikenal sebagai negara pemasok, menyebabkan beberapa negara beralih ke daging sapi Brasil. Hal ini menjadikan daging di Brasil juga terkena imbas kenaikan harga hingga mencapai 30% dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian daging Brasil secara harga masih lebih bersaing dibandingkan Amerika Serikat dan Australia.

Kedatangan daging Brasil ini dilakukan tak lepas dari upaya menjaga stabilitas harga daging dalam negeri agar tetap terjaga harga dan ketersediaannya menghadapi hari besar keagamaan, dan khususnya dalam menghadapi hari-hari besar terutama pada bulan puasa dan lebaran. "Kami akan datangkan daging secara bertahap, dimana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama puasa dan menjelang lebaran“ ungkap Harry Warganegara.

Harry menambahkan, “berdasarkan statistik kebutuhan akan daging di Indonesia meningkat pada saat hari-hari besar keagamaan khususnya pada saat bulan Ramadhan dan Lebaran, untuk itu kami berusaha memaksimalkan penugasan impor yang diberikan”.

Untuk menghadirkan daging dan produk olahan berkualitas untuk masyarakat, Berdikari mulai mengembangkan produk retailnya dengan brand “BE BEST" memasarkan produk olahan daging ayam, daging sapi, seperti sosis, nugget dan kornet. Serta jaringan kemitraan Gerai Daging Berdikari untuk mendukung distribusinya dan menjadi standar serta jaminan kualitas mutu dan harga produk protein dan olahannya yang berkualitas bagi masyarakat.

Kebutuhan Daging

Total kebutuhan daging sapi dari Maret hingga Mei akan mengalami kenaikan terus-menerus. namun sejauh ini stok yang ada mencukupi. Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra beberapa waktu lalu.

Stok daging sapi pada Maret 2021 mencapai 70.200 ton. Jumlah itu terdiri dari pasokan impor sebanyak 44.510 ton, pasokan lokal 13.027 ton dan surplus 12.663 ton. Sementara total kebutuhan pada Maret 2021 hanya mencapai 52.156 ton. Sehingga masih ada neraca sebesar 18.044 ton.

Berdasarkan catatan Kemendag, untuk stok daging sapi pada April 2021 mencapi 72.869 ton. Jumlah itu terdiri dari pasokan impor sebesar 40.396 ton, pasokan lokal 14.429 ton, dan sisa surplus 18.044 ton dari bulan Maret 2021.

Sementara untuk total kebutuhan pada April 2021 diperkirakan hanya sebesar 59.979 ton. Sehingga masih ada sisa atau surplus 12.890 ton daging sapi.

Kemudian pada Mei 2021, total daging hanya mencapai 67.935 ton saja. Jumlah tersebut terdiri dari pasokan impor sebanyak 36.513 ton, pasokan lokal 67.935 ton dan sisa surplus pada April sebanyak 12.810 ton.

Sementara total kebutuhan daging sapi pada Mei 2021 sebanyak 76.769. Dengan demikian neraca minus mencapai minus 8.834.

Meski begitu, dia memastikan stok kebutuhan daging masih aman.

tag: #daging  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Bisnis

Kerajinan Kayu Karya Bu Ayu Tembus AS dan Eropa

Oleh Rihad
pada hari Tuesday, 18 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Perempuan asal Bali bernama Ni Ketut Bakati Anggareni, berhasil merintis usaha kerajinan barang rumah tangga dari kayu. "Bali Bakti Anggara", begitulah nama usaha ...
Bisnis

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Hari Ini Jangkau Ribuan Karyawan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan memulai penyuntikan perdana program Vaksinasi Gotong Royong pada Selasa (18/5/2021).  Di ...