Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 06 Mei 2021 - 05:34:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Bareskrim Diminta Segera Selesaikan Kasus Mafia Tanah di Lima Daerah di Jateng

tscom_news_photo_1620254081.jpg
Mafia Tanah (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Santoso meminta Bareskrim Mabes Polri untuk menyelesaikan kasus dugaan mafia tanah yang menyeret inisial AH asal Semarang Jawa Tengah.

“Kami sangat mengapresiasi Kapolri atas tanggapan yang cepat untuk menindak tegas dugaan kasus mafia tanah. Kasus ini sudah menjadi atensi pihak Polri, dalam waktu dekat akan ada tindakan lebih lanjut,” kata Santoso saat ditemui di Kantor Kabareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

Menurut Santoso, kasus mafia tanah di beberapa daerah di Jawa Tengah selama ini hanya menjadi konsumsi di daerah, sehingga penyelesaian hukumnya tidak memiliki efek jera kepada pelaku yang sebenarnya.

“Kali ini Polri akan turun langsung melalui Tim Satgas Mafia Tanah yang sudah diintruksikan langsung oleh Presiden, Joko Widodo,” terangnya.

Selama ini, kasus AH sudah dipeti-es-kan oleh pihak oknum kepolisian dan oknum kejaksaan. Sehingga kasus ini hanya berkutik pada perkara yang tak ada ujung hukumnya.

“Maka kami meminta pihak Polri untuk dapat membantu para korban yang sebagian adalah orang yang tidak memiliki akses & kemampuan dalam memperjuangkan hak untuk mendapatkan tanahnya tak selesai-selesai sejak 2018 lalu," kata ia.

Pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dengan Polri demi terselesaikannya kasus ini hingga tuntas dan berkeadilan.

“Saya sampaikan kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung yang sudah memberikan atensi terhadap kasus dugaan mafia tanah yang sudah banyak memakan korban,” papar Santoso.

Sementara itu, salah seorang korban mafia tanah, Wijaya meminta pihak Polri bahkan Presiden Jokowi untuk membantu agar hak tanah kembali kepada pemiliknya.

“Kami sudah berjuang bertahun tahun, tapi tidak ada hasilnya, malah AH bermanuver dan melaporkan pihak kami, padahal secara de facto dan de jure dia yang salah,” katanya.

Wijaya sangat percaya dengan intergritas kepolisian yang dipimpin langsung Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Selama ini sudah banyak terobosan yang dilakukan dan semua berhasil.

“Dino Patti Djalal sebagai korban mafia tanah selesai dalam waktu singkat, kami korban asal berbagai daerah dipermainkan begitu saja tanpa ada penyelesaian hukum,” jelasnya.

tag: #mafia-tanah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Sari Harap Kapolri Dukung Suksesnya PEN Melalui Politik Anggaran untuk Mandalika

Oleh Bachtiar
pada hari Rabu, 16 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, berharap Kapolri aktif terlibat dalam menyukseskan Program Ekonomi Nasional (PEN), sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak ...
Berita

Berpotensi Multitafsir, ICJR Khawatirkan Penambahan Pasal di Revisi UU ITE, Pasal Berapa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sejumlah pihak mengkhawatirkan adanya multitafsir terkait rencana pemerintah menambah pasal 45C dalam Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor ...