Oleh Rihad pada hari Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:42:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengapa Jokowi Promosikan Kuliner Babi Panggang di Saat Mudik Lebaran.

tscom_news_photo_1620477596.jpg
(Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebuah pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak warga belanja kuliner secara online menimbulkan kehebohan. Pasalnya, Jokowi menyebut makanan Bipang Ambawang khas Kalimantan. Seperti diketahui bipang adalah singkatan dari babi panggang. Bipang Ambawang merupakan nama restoran yang menawarkan babi panggang khas Kalimantan Barat yang populer dengan tekstur krispi.

Pidato Jokowi itu ditayangkan di akun YouTube Kemendag RI pada 5 Mei 2021. Saat itu, sedang berlangsung acara Hari Bangga Buatan Indonesia. Rangkaian dari acara Hari Bangga Buatan Indonesia itu disiarkan secara online di akun YouTube selama 28 menit 39 detik. Presiden Jokowi di acara itu mulai pidatonya di menit 8.23.

Dalam pidatonya, presiden mengimbau masyarakat yang tak bisa pulang kampung tapi ingin jajanan khas daerah, untuk belanja online. Dalam imbauan itu presiden menyebut nama bipang ambawang Kalimantan.

"Karena masih dalam suasana pandemi pemerintah melarang mudik dan untuk bapak ibu yang rindu masakan kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh bisa memesannya secara online," kata Presiden Jokowi.

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, pempek Palembang, bipang ambawang Kalimantan dan lain-lain, tinggal pesan dan makan kesukaan akan sampai di rumah," ujarnya.

Beragam Tanggapan

Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Dakwah Cholil Nafis pun buka suara. Melalui akun Twitternya, Cholil menyinggung soal teks yang dibaca Jokowi.

"Sepertinya hanya baca teks promo aja tanpa menghayati maknanya, bahwa liburan lebaran makannya ketupat bukan bipang. Maunya mensponsori makanan khas Indonesia tapi lupa sasaran konsumennya. Besok2 jangan jadi endorsmen lagi ya klo belum bisa memetakan pasarnya.

Bipang ohhh ..," demikian cuitan Cholil, Sabtu (8/5).

Yang paling berkepentingan tentu

Mendag Muhammad Lutfi. Ia mencoba meluruskan apa yang dimaksud Jokowi. Menurut Lutfi, Jokowi bermaksud mempromosikan produk kuliner dalam negeri.

Lutfi menyampaikan, pernyataan tersebut memang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam konteks yang luas. Sebab, kuliner nusantara sangat beragam dan memiliki khas masing-masing.

Tapi Mendag memohon maaf atas kegaduhan yang ditimbulkannya. “Dari Presiden, kami mohon maaf jika terjadi kesalahan karena niat kami agar kita bangga produk dalam negeri termasuk khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” kata Lutfi dalam video di akun YouTube Kemendag RI, Sabtu (8/5).

“Berkaitan dengan pernyataan tentang Bipang Ambawang yang pertama kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan pernyataan bapak presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal,” ujar Lutfi.

Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin membela Jokowi. Ia menjelaskan maksud Jokowi. Ia menyebut sebagai Presiden Indonesia, wajar jika Jokowi memperkenalkan bahkan mempromosikan kuliner nusantara.

"Tidak ada yang salah. Orang itu muatan lokalnya, makanan khas di situ. Jadi kalau presiden yang ngomong itu dalam memperkenalkan, dalam mempromosikan kuliner daerah, kuliner nusantara, terus apanya yang salah?" kata Ngabalin saat dihubungi, Sabtu (8/5).

Sebagai presiden dari negara yang terdiri dari berbagai ragam suku, agama, etnis, dan agama, tiap daerah memiliki makanan yang khas yang disukai warga lokal. Ia mengaku heran mengapa masyarakat heboh ketika Jokowi menyebut Bipang Ambawang.

"Bipang itu, kan, babi panggang, tuh. Kenapa mesti kita yang tiba-tiba kebakaran jenggot kalau itu keluar dari mulut presiden?" tuturnya.

Jika yang dipermasalahkan masyarakat karena diucapkan dalam pidato Lebaran, Ngabalin menjelaskan budaya mudik tidak hanya dimiliki umat Islam. Sebab, menurutnya, mudik adalah budaya seluruh warga Indonesia terlepas apa pun agamanya. "Pembantu saya di rumah itu orang Nasrani. Dia mungkin tahu Natal nanti dia tidak mudik. Tapi kesempatan sekarang ini bisa dia gunakan untuk pulang," ujarnya memberi contoh.

"Itu contoh saja meskipun di wilayah timur. Tapi siapa yang bisa menyangka ada orang di Kalimantan Barat mau mudik sebelum tanggal yang ditetapkan pelarangan kemarin, mungkin balik ke Jakarta, Manado, atau Jawa, kemudian ibunya pesan itu karena dengar pesan presiden. Apa yang salah? Atau pesan online, apa yang salah coba?" lanjutnya.

"Bipang, babi panggang khas yang dimiliki keluarga, saudara-saudara kita di Kalimantan Barat, itu lokal. Itu Manado ada, di Medan ada, di Karo ada, di Bali apalagi. Jadi enggak usah repot, enggak usah pusing, enggak usah habis energi di yang itu. Ini 10 hari Ramadhan terakhir, jadi kasih lurus pikiran dan hati. Jangan berpikir sungsanglah," katanya.

tag: #mudik  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Zoom

Mengapa Varian Delta Sangat Ditakuti?

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 23 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan bahwa varian Delta (B1617.2) termasuk jenis varian yang tercepat, dan terkuat yang pernah ada. WHO ...
Zoom

Benarkah Obat Cacing Ivermectin Bisa Obati Covid-19?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT Indofarma selaku BUMN farmasi secara resmi merilis obat terapi pasien Covid-19 yaitu Ivermectin. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ivermectin sudah mendapat izin edar ...