Oleh Rihad pada hari Sabtu, 08 Mei 2021 - 21:52:47 WIB
Bagikan Berita ini :

Penyerapan PEN Punya Andil Persempit Kontraksi Ekonomi

tscom_news_photo_1620485567.jpg
Ilustrasi pabrik (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyebut realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) periode Januari-Maret 2021 mencapai Rp 123,16 triliun. Realisasi anggaran ini turut mempersempit kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 yang tercatat minus 0,74% (yoy).

Menurut dia, percepatan realisasi PEN sepanjang kuartal I menggambarkan stimulus telah berjalan lancar dan efektif. Pasalnya, stimulus yang digelontorkan pemerintah melalui program PEN berdampak pada sisi demand dan supply. Selain itu, berbagai indikator ekonomi telah menunjukkan tren pemulihan.

“Ya kalau melihat posisi (realisasi PEN) dan kita link-kan dengan (realisasi) kita di kuartal I kemudian indikator- indikator makronya tunjukkan sudah ada pemulihan. Kami sadari stimulus PEN yang kami gelontorkan memang mengena sisi demand dan sisi supply,” kata Kunta dalam Dialog Produktif Kabar Kamis Penyerapan Dana PEN 2021, Kamis (6/5).

Ia menjelaskan, stimulus PEN khususnya untuk dukungan UMKM dan Korporasi telah membantu arus kas keuangan pelaku usaha sehingga tidak terganggu dan dapat segera bangkit. Pasalnya, akselerasinya semakin baik hingga 30 April sudah terealisasi Rp 40,23 triliun atau 21% dari pagu Rp 193,52 triliun.

“Cash flow tidak terganggu kami dorong sisi demand agar mereka belanja dan tunjukan stimulus mencapai targetnya dalam arti pertumbuhan ekonomi menuju ke nol persen dan harapannya kuartal II akan jauh lebih baik” tuturnya.

Lebih lanjut Kunta memastikan akselerasi dari realisasi PEN akan terus dipercepat di kuartal II untuk membantu dunia usaha dan masyarakat 40% terbawah.

Ia menjelaskan, hingga 30 April 2021 realisasi program PEN mencapai Rp 155,63 triliun atau 22,3% dari pagu Rp 699,43 triliun.

“Realisasi program PEN hingga April sudah menunjukkan akselerasi yang semakin baik dibandingkan tahun lalu. Kita terus dorong percepatan realisasinya agar masyarakat bisa memperoleh dampaknya, sisi kesehatan lebih banyak untuk pembelian vaksin dan program vaksinasi,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai arah pemulihan ekonomi Indonesia kuartal I sudah menunjukan konsisten dan solid. Pasalnya, pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia terjun bebas terkontraksi minus 5,3%. Namun perbaikan mulai terjadi di kuartal III dan IV-2020 dengan masing-masing pertumbuhan minus 3,49% dan minus 2,19%.

Dia menambahkan, berbagai indikator ekonomi pada Januari-Februari 2021 masih menunjukkan pelemahan, namun mulai periode Maret sudah membaik dan ini menunjukkan perekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan yang diharapkan.

Dengan demikian ia berharap tren pemulihan ekonomi terus berlanjut hingga kuartal IV, sehingga target pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 4,5% sampai 5,3% dapat tercapai.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 memang menunjukkan perbaikan secara konsisten, meski masih kontraksi. Namun, ia menilai ekonomi domestik masih berpotensi tumbuh lebih baik.

"Tadinya saya perkirakan minus 1% ternyata justru lebih baik di kisaran 0,74% dan ini kita yakini output yang ke depan akan terus membaik ada percepatan," jelasnya.

Piter juga meyakini tren perbaikan ekonomi domestik akan terus berlanjut sehingga bisa kembali positif seiring akselerasi stimulus dari program PEN dan belanja pemerintah. Hal ini didorong adanya beberapa indikator yang menunjukan perbaikan dan peran pemerintah dalam memberikan stimulus dalam menggerakan roda ekonomi.

"Misal untuk PPnBM kendaraan bermotor, PPN properti dan ini di-support sekali oleh otoritas Bank Indonesia dan OJK. Di mana Bank Indonesia melonggarkan DP sampai 0 persen. Demikian juga OJK yang support dengan kebijakan pelonggaran. Sehingga sudah mulai muncul gairah masyarakat itu untuk belanja dan ini memang menarik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan, kinerja ekonomi pada kuartal I-2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid. Pemerintah secara konsisten terus memperkuat langkah pemulihan ekonomi melalui faktor yang menjadi game changer melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil, dan kebijakan reformasi struktural.

"Langkah penanganan di bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan," jelas Febrio di Jakarta, Kamis (6/5).

Seperti diketahui, terdapat berbagai indikator ekonomi yang berhasil menunjukkan tren positif sepanjang kuartal I-2021. Seperti pada penguatan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur global April 2021 sebesar 55,8 tertinggi sejak April 2010. Konsumsi pemerintah tumbuh positif 2,96 persen (YoY).

Kemudian konsumsi rumah tangga juga tumbuh -2,23 persen (YoY), meningkat dibanding kuartal IV-2020 yang sebesar -3,61 persen (YoY) dan peningkatan penjualan kendaraan sebagai efek nyata kebijakan relaksasi PPnBM tumbuh -4,24 persen (YoY) dari -9,45 persen di kuartal IV-2020.

tag: #ekonomi-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Lainnya
Bisnis

Kisah Sukses UMKM Asal Depok Lakukan Digitalisasi Bisnis Berkat Pendampingan Telkom

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 14 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Berbagai cara dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertahankan usahanya selama pandemi Covid-19 terjadi. Salah satu langkah yang diambil dan ...
Bisnis

Ketua APPSI: Sembako Dikenai PPN Tanda Pemerintah Bokek

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap kebutuan bahan pokok (sembako) membuktikan negara sedang tidak punya uang alias bokek. Rencana ...