Oleh Rihad pada hari Sunday, 09 Mei 2021 - 06:56:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Membaca Peluang Anies di 2024, Diuntungkan Tapi Perlu Perjuangan Berat

tscom_news_photo_1620514629.jpg
Anies Baswedan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menilai Anies Baswedan, Gubernur DKI, menjadi salah satu kandidat capres yang diuntungkan dalam Pilpres 2024. Sementara Anies akan mengakhiri jabatan pada 2022.

Qodari berpendapat, Anies selama 2 tahun bisa melakukan kampanye ke seluruh daerah. "Pendaftaran capres cawapres itu akan dilaksanakan pada Juni 2023. Dalam timeline ini yang paling diuntungkan itu adalah Pak Anies Baswedan. Kenapa? Karena Pak Anies selesai jabatan gubernur pada Oktober 2022," kata Qodari pada Sabtu (8/5).

"Pak Anies punya waktu sangat longgar selama 8 bulan untuk berkampanye keliling Republik Indonesia. Pak Anies adalah capres paling leluasa di antara semua capres dengan latar belakang kepala daerah," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil baru tuntas pada 2023. Selama masih menjadi gubernur, keduanya tak dapat berkeliling untuk persiapan 2024.

"Karena Pak Ganjar, Pak RK itu baru selesai masa jabatanya Oktober atau September 2023. Beliau berdua enggak bisa kemana-mana," kata Qodari.

Dia pun berpandangan skenario yang mungkin terjadi di 2024 yakni Prabowo melawan Anies. Terlebih, posisi Prabowo yang kini sebagai Menhan juga menyulitkannya untuk bersafari politik.

"Menteri itu kan kalau mau bergerak ke sana ke mari kan ada protokol, ada agenda enggak semau-maunya sendiri. Menteri itu justru enggak leluasa karena masa jabatan enggak pasti," jelas Qodari.

Meski begitu, menurut dia, langkah Anies untuk Pilpres 2024 cukup berat. Sebab, Qodari mengatakan sejauh ini belum ada survei yang menempatkan eks Mendikbud itu di nomor satu. "Pak Anies itu berat kenapa beliau sudah jadi gubernur, surveinya enggak pernah nomor satu, malah dibalap Pak Ganjar. Beda dengan Pak Jokowi jadi Gubernur (DKI Jakarta) 6 bulan surveinya sudah nomor satu," tutup Qodari.

Senario Terkait Anies

Qodari menyebut ada skenario Prabowo Subianto melawan Anies Baswedan. Ia mengatakan hal ini mungkin terjadi jika Prabowo didukung oleh PDI Perjuangan, sedangkan Anies diusung partai Islam seperti Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional. Qodari beralasan, munculnya nama Anies dalam skenario ini ialah popularitas Gubernur DKI Jakarta itu yang tercatat tinggi.

Adapun skenario berikutnya menurut Qodari ialah ada tiga calon presiden, yakni Prabowo, Anies, dan Ganjar. Meskipun, ujar Qodari, Ganjar terganjal dukungan PDI Perjuangan yang belum tentu akan jatuh kepada dirinya.

Posisi Anies di Survei

Nama Anies Baswedan mulai kejar Prabowo Subianto yang berada di urutan pertama dalam hasil survei tentang lima tokoh paling banyak akan dipilih pada Pilpres 2024. Survei tersebut dirilis Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada Rabu (5/5).

Prabowo unggul di angka keterpilihan 16,4 persen, sebagai tokoh yang paling banyak akan dipilih pada 2024. Di bawah Prabowo, Anies menempel dengan angka 12,8 persen, Ganjar Pranowo di urutan ketiga 9,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8,8 persen, dan Ridwan Kamil 7,5 persen.

Survey LP3ES dilakukan mulai 8-15 April terhadap 1.200 responden di 34 provinsi. Menurut LP3ES dalam rilisnya, munculnya nama lima tokoh dalam survei tersebut sekaligus menjadi dorongan agar partai memperkuat kelembagaan politik mereka.

Dalam hasil surveinya, LP3ES menyebut mayoritas atau 70 persen masyarakat mendukung regenerasi pimpinan politik bagi tokoh muda dalam partai. Menurut Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, salah satu ciri partai berfungsi dengan baik adalah dapat melakukan regenerasi.

Survei lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungguli Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam hasil survei KedaiKOPI. Survei terbaru KedaiKOPI sejatinya mengukur tokoh daerah potensial menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 .

Hasil survei bertajuk Peluang dari Timur ini menunjukkan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan kepala daerah dengan elektabilitas tertinggi di timur dan barat Indonesia.

"Nama Zulkieflimansyah mendapatkan nilai tertinggi di antara kepala daerah dari Indonesia Timur dengan nilai 20,8 persen diikuti dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan 15,2 persen dan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dengan 12,3 persen," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam rilis survei yang digelar daring, Kamis (6/5/2021).

Ganjar Lawan Berat

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait sosok calon presiden (capres) pilihan masyarakat terkini. Hasilnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati urutan pertama.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan Ganjar yang memperoleh 15,7 persen dibayangi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi kedua yang tak jauh perolehannya yakni 14,6 persen.

Kemudian di posisi ketiga ada Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan perolehan 11,1 persen. Selanjutnya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dengan 10,0 persen.

tag: #anies-baswedan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Lainnya
Zoom

Premanisme Bukan Hanya di Priok

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 11 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan tegur kapolda, dan kapolres, yang belum bertindak tangani premanisme. "Kalau belum "action" (bertindak, Red) juga, ...
Zoom

Kebijakan Work From Bali Jadi Pertolongan Pertama Industri Wisata, Apakah Efektif?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski dikritik, kebijakan work from Bali (WFB) untuk aparatur sipil negara (ASN) tetap akan dijalankan. Rencananya, WFB dilakukan secara bertahap mulai kuartal ketiga atau ...