Oleh Rihad pada hari Jumat, 14 Mei 2021 - 20:09:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengapa Amerika Membolehkan Warga Tak Pakai Masker

tscom_news_photo_1620997760.jpg
Vaksinasi di Amerika (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuat rekomendasi untuk melepas masker di ruangan terbuka. Bagi orang Indonesia, kebijakan pemerintah Amerika agak aneh. Soalnya di Indonesia pemakaian masker masih dianggap penting. Apa yang membedakan kedua bebijakan tersebut?

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan kebijakan otoritas terkait di Amerika Serikat (AS) untuk melepas masker di luar ruangan dipengaruhi oleh hasil penelitian jenis vaksin yang berbeda dengan yang digunakan di Indonesia.

"Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuat rekomendasi ini berdasar hasil penelitian terhadap vaksin yang mereka gunakan, yaitu Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson," katanya, Jumat (14/5)

Sementara vaksin yang kini berlaku di Indonesia berdasarkan izin penggunaan darurat (EUA) yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kata dia, di antaranya Sinovac, AstraZeneca dan Sinopharm.

Namun di waktu mendatang, kata Tjandra, mungkin saja vaksin di AS juga dipakai di Indonesia karena sebagian sudah tercantum di Surat Keputusan (SK) Menkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

"Sebagian vaksin-vaksin di Amerika Serikat rencananya akan dipakai juga di Indonesia," katanya.

Ia menyatakan bahwa kajian terhadap vaksin di Indonesia hingga saat ini masih dilakukan Kementerian Kesehatan beserta otoritas terkait.

"Kita tunggu saja bagaimana arahan resmi dari Kementerian Kesehatan, tentu tergantung dari hasil penelitian ilmiah vaksin yang ada," ujarnya.

Ia menambahkan otoritas AS terbilang tegas dalam penggunaan vaksin bagi masyarakat maupun pendatang di negara tersebut.

"Anak saya itu baru sepekan di New York, dan di Jakarta sudah menerima suntikan vaksin Sinovac dua kali, tapi sampai di AS diminta divaksin yang sudah disetujui Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Bingung juga memutuskannya, nggak ada kepustakaannya yang sudah dapat Sinovac lalu harus dapat Pfizer atau Moderna lagi," kata Tjandra Yoga Aditama.

Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan kebijakan vaksinasi adalah salah satu dari tiga lapis utama perlindungan masyarakat agar tidak tertular COVID-19.

"Pertama adalah 3M, yakni mencuci tangan, memakai Masker dan menghindari kerumunan. Kedua, adalah 3T, yaitu tracing, testing, treatment, dan yang ketiga adalah vaksinasi," katanya..

Selama pandemi belum berakhir dan belum cukupnya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksinasi tersebut telah menimbulkan cukup kekebalan seseorang maupun komunal, maka melaksanakan tiga lapis perlindungan itu secara bersamaan adalah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat agar bisa produktif dan aman dari COVID-19, demikian Wiku Adisasmito.

Beberapa waktu lalu, Ketua Asian Pacific Society of Respirology, Erlina Burhan mengemukakan kebijakan melepas masker di Amerika Serikat dikarenakan tingkat kepesertaan vaksinasi COVID-19 yang relatif tinggi.

"Kalau saya ingin menjelaskan kondisi Amerika dan Indonesia itu berbeda. Pertama, mereka sudah mencapai "herd immunity" vaksinasi sudah cukup banyak di atas 100 juta yang divaksin karena mereka punya fasilitas itu semua Pfizer dan Moderna," katanya.

Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur itu mengatakan kemampuan memproduksi vaksin secara mandiri di Amerika Serikat telah membuat program vaksinasi berjalan optimal.

"Mereka fokus pada rakyatnya dulu, makanya kita belum dapat Pfizer dan Moderna mereka sudah capai "herd immunity" yang diharapkan terjadinya perlambatan, melandai dan kedepannya juga menjadi negara yang endemis saja," ujarnya.

Atas dasar itu, kata Erlina, otoritas terkait di Amerika Serikat memiliki wacana untuk mengizinkan rakyatnya melepas masker di ruang terbuka, kecuali saat kerumunan.

"Mungkin Amerika outbond olahraga di luar. Tapi tidak boleh ditiru di Indonesia, karena capaian vaksinasi kita belum banyak, jadi yang punya kekebalan baru sedikit," katanya.

Indonesia baru memungkinkan menerapkan kebijakan melepas masker manakala sudah sampai pada target kekebalan komunal atau "herd immunity".

tag: #vaksin  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Lainnya
Berita

Sikapi Penolakan Permenperin 03/2021, Anggota Komisi VI: Tak Perlu Didengar Karena Gak Substantif

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 15 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI, Mukhtarudin menilai, reaksi sejumlah pihak yang menolak keberadaan Permenperin 3/2021 tak lebih sebagai ekspresi kekecewaan dari pihak-pihak ...
Berita

Tanggapi Pihak yang Menolak Permenperin 3/2021, DPD APTRI: Justru Permenperin Itu Memperkuat Industri Gula Tanah Air

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menyikapi adanya suara-suara penolakan terkait keberadaan Permenperin 03/2021 Tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula ...