Berita
Oleh Rihad pada hari Saturday, 15 Mei 2021 - 10:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Anggota DPR Amerika Menentang Dukungan Biden kepada Israel

tscom_news_photo_1621035542.jpeg
Rashida Tlaib (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Beberapa anggota Demokrat dari Dewan Perwakilan Rakyat menentang dukungan Amerika Serikat untuk Israel dan menyerukan perlindungan hak-hak Palestina. Sementara sebagian anggota Demokrat dan Republik lainnya yang menyatakan dukungan penuh mereka untuk Israel selama eskalasi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam pidato emosional di lantai DPR, Rashida Tlaib mengkritik Presiden Joe Biden dan pejabat tinggi lainnya karena menawarkan pernyataan yang dia katakan tidak mengakui "kemanusiaan Palestina".

“Belum ada pengakuan atas serangan terhadap keluarga Palestina yang dirampok dari rumah mereka sekarang. Tidak disebutkan anak-anak ditahan atau dibunuh. Tidak ada pengakuan atas kampanye pelecehan dan teror berkelanjutan oleh polisi Israel terhadap jamaah yang berlutut dan berdoa serta merayakan hari-hari tersuci di salah satu tempat paling suci mereka, tidak disebutkan bahwa Al-Aqsa dikelilingi oleh kekerasan, gas air mata, asap, saat orang-orang berdoa. . ”

Mengenakan keffiyeh dan kadang-kadang mencoba menahan air matanya, Tlaib menambahkan: “Jika Departemen Luar Negeri kita sendiri bahkan tidak dapat mengakui pembunuhan anak-anak Palestina adalah salah, saya akan mengatakannya untuk jutaan orang Amerika yang berdiri bersama saya menentang pembunuhan anak-anak yang tidak bersalah, tidak peduli etnis, atau keyakinan mereka, ” katanya dikutip dari Al Jazeera.

Israel terus membombardir Jalur Gaza pada hari Jumat dengan serangan udara dan peluru artileri serta mengumpulkan pasukan dan tank di dekat kantong Palestina yang terkepung.

Setidaknya 119 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 830 luka-luka sejak permusuhan berkobar pada hari Senin. Roket yang ditembakkan oleh kelompok Palestina di Jalur Gaza juga telah menewaskan tujuh orang di Israel.

Pemerintah AS telah menyatakan simpatinya untuk semua korban tetapi tidak memilih pihak mana pun atau mengkritik Israel karena penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.

Biden mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri, sementara dalam komentar terbarunya pada hari Kamis ia mengulangi seruan agar kedua belah pihak menahan tembakan.

“Pertanyaannya adalah bagaimana… mereka sampai pada titik di mana terjadi pengurangan serangan yang signifikan, terutama serangan roket yang ditembakkan tanpa pandang bulu ke pusat-pusat populasi,” katanya.

Berbicara dalam sesi DPR yang sama, anggota Kongres Ilhan Omar mengutuk kebijakan dan serangan Israel terhadap Palestina dan mencap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "pemimpin etno-nasionalis".

“Sejak itu, 5,6 juta orang Palestina terus menerus mengungsi dari rumah mereka di salah satu krisis pengungsi terbesar dalam sejarah manusia.”

Omar juga mengecam kebijakan Israel yang mendirikan pemukiman ilegal di tanah Palestina untuk menggusur warga Palestina.

"Ini adalah konflik di mana satu negara, yang didanai dan didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, melanjutkan pendudukan militer ilegal atas sekelompok orang lain," katanya.

Anggota Kongres Cori Bush, seorang pendukung terkemuka gerakan Black Lives Matter, memberikan penghormatan kepada Bassem Masri, seorang warga Amerika Palestina yang mendukung gerakan tersebut dan meninggal karena serangan jantung pada tahun 2018.

"Palestina tahu seperti apa kekerasan negara, kepolisian militer, dan pendudukan komunitas mereka, dan mereka menjalani kenyataan itu karena harus melalui pos pemeriksaan sambil mencoba menjalani hidup mereka," kata Bush.

"Kami anti-perang, kami anti-pendudukan, dan kami anti-apartheid," katanya, di samping beberapa anggota Kongres AS lainnya yang mendukung hak asasi manusia Palestina.

Dalam pidatonya, anggota kongres Ayanna Pressley berkata: “Kami tidak bisa tinggal diam ketika pemerintah kami mengirimkan bantuan militer senilai $ 3,8 miliar ke Israel yang digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina, memenjarakan anak-anak Palestina, dan menggusur keluarga Palestina. Anggaran adalah cerminan dari nilai-nilai kami. ”

Sementara itu, Alexandria Ocasio-Cortez meminta pemerintahan Biden untuk mengakui perannya dalam ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia yang diderita oleh warga Palestina.

“Ini urusan kami. Karena kami berperan di dalamnya, "kata anggota kongres wanita itu, sebelum menambahkan:" Ini bukan tentang kedua belah pihak. Ini tentang ketidakseimbangan kekuatan. "

tag: #palestina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Sikapi Penolakan Permenperin 03/2021, Anggota Komisi VI: Tak Perlu Didengar Karena Gak Substantif

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 15 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI, Mukhtarudin menilai, reaksi sejumlah pihak yang menolak keberadaan Permenperin 3/2021 tak lebih sebagai ekspresi kekecewaan dari pihak-pihak ...
Berita

Tanggapi Pihak yang Menolak Permenperin 3/2021, DPD APTRI: Justru Permenperin Itu Memperkuat Industri Gula Tanah Air

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menyikapi adanya suara-suara penolakan terkait keberadaan Permenperin 03/2021 Tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula ...