Oleh Ahmad Khozinudin, Sastrawan pada hari Rabu, 19 Mei 2021 - 17:21:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Rehatlah Tuan

tscom_news_photo_1621419670.jpg
Ahmad Khozinudin, S.H. (Sumber foto : Ist)

Tuan tak memiliki bahu yang kokoh, jangan dipaksa memanggul beban. Tuan sedianya cukup dilayani, tak punya kemampuan untuk melayani. Karena beratnya amanah kekuasaan, Tuan harus melayani segenap rakyat Tuan.

Tuan tak dituntut menjadi pintar, kebodohan tuan bukan dosa bukan pula aib yang perlu disembunyikan. Namun biarlah Tuan, kekuasaan itu diamanahkan kepada yang berilmu. Dan Tuan boleh menepi, menjadi rakyat yang tetap dilayani.

Menepilah Tuan, Biarkan anak negeri yang lain yang ambil alih kendali. Tuan cukup duduk di geladak saja, karena ombak begitu besar butuh nahkoda tangguh untuk meramut perjalanan kapal.

Samudera begitu luas, sementara Tuan hanya terbiasa berselancar di Empang. Yang dikhawatirkan bukan hanya keselamatan Tuan, tapi keselamatan segenap awak kapal. Sikap Tuan yang memaksa tetap di posisi Nahkoda tanpa ilmu, mengkhawatirkan kapal bangsa ini._

Tuan, tolong berhenti,

Kapal sudah bocor dimana-mana, ombak dan badai makin besar. Tuan perlu segera menepi, dan biarkan segala urusan diserahkan kepada yang ahli.

Tuan, cobalah bercermin. Anda terlihat begitu lelah, Anda tak layak diberi beban melebihi kapasitas. Itu bahaya, Anda bisa meledak, bisa sowaq, bisa gagal sistem.

Berulangkali Tuan dikritik rakyat. Sebaiknya, tuan mengundurkan diri saja.

Ya, mengundurkan diri demi keselamatan bangsa ini, demi masa depan bangsa ini. Tuan, kalau tidak mundur, cukup berhenti. Jangan diteruskan, kalau memaksa semua bisa menjadi korbannya.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Lainnya
Opini

Mengapa Jokowi Pegang Ganjar

Oleh M Rizal Fadillah
pada hari Senin, 14 Jun 2021
Untuk Pilpres 2024 nanti figur yang telah muncul antara lain nama pasangan Anies-AHY, Anies-Airlangga, Prabowo-Puan, Rizal Ramli-Gatot Nurmantyo. Jokowi nampaknya akan mati tanpa ada penerus ...
Opini

Rutin Dijadikan Project APBN, Kebutuhan Hidup Dasar Dijadikan Objek Pajak

Saya mendengarkan kritik-kritik atas pemborosan APBN dari Anggota DPR kepada petinggi negara dalam kesempatan Raker maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP). Antara lain dari Ibu Andi Yuliani Paris ...