Oleh Rihad pada hari Minggu, 23 Mei 2021 - 06:56:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Utamakan Pangan Lokal, Mentan Gandeng Hotel

tscom_news_photo_1621727798.jpeg
Ilustrasi sayuran di hotel (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kementerian Pertanian bekerjasama dengan perhotelan dalam promosi dan pemanfaatan pangan lokal Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan penandatangan MoU dengan pihak perhotelan menjadi salah satu langkah dalam mengedepankan produksi lokal yang ada, termasuk pangan lokal yang tersedia. Hal itu disampaikan SYL dalam dalam acara "Gerakan Konsumsi Pangan Lokal Untuk Stamina Tubuh dan Sinergitas dengan Sektor Pariwisata Perhotelan" di Bandung, Sabtu (22/5).

"Hari ini kami mencoba menembusnya bersama Accor, sebuah asosiasi perhotelan yang mendunia kurang lebih 1.000 hotel se- Asia Tenggara ikut bertanda tangan hari ini untuk melakukan kerjasama dalam rangka pertanian Indonesia masuk dalam menyiapkan seluruh kebutuhan pangan mereka," ujarnya.

SYL menerangkan ke depan seluruh hotel dapat menyediakan korner khusus yang menyajikan produk pangan dan minuman lokal khas daerah. Kegiatan ini sudah diuji coba pada hotel di beberapa daerah dan akan semakin meluas nantinya.

"Pangan kita tidak untuk kebutuhan makan namun kita akan terus intervensi ke tempat tempat lebih kuat. Saya bermimpi mengadakan kegiatan one day with Indonesian food, with Indonesian Coffee. Ini tentu perlu kerja sama kita semua," terangnya.

Lebih lanjut SYL mengatakan, Kementan terus mendorong pangan lokal petani, meningkatkan kualitas produk supaya bisa diterima di semua kalangan masyarakat. Juga meningkatkan teknologi pangan lokal untuk stamina tubuh dan perluas jaringan pangan lokal sampai ke mancanegara.

"Kita promosikan kekayaan budaya kuliner lokal. Ini sebagai wujud kebanggaan terhadap Tanah Air sekaligus untuk menolong para petani lokal agar dapat memperbaiki kesejahteraan mereka. Oleh karena itu perlu ada upaya serius dengan melibatkan kalangan perhotelan, pemerintah, dan kalangan petani sendiri," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior VP Operations and Government Relations Accor Indonesia dan Malaysia, Adi Satria menyambut kerja sama dengan Kementan dalam menyerap produk pangan lokal di hotel-hotel yang dipasok oleh petani.

Pasalnya hal ini sejalan dengan program sepanjang tahun yang group Accor hotel banggakan yaitu Rediscover Indonesia.

Ia menjelaskan program Rediscover Indonesia ini telah dilaksanakan secara serentak di 140 hotel Accor di Indonesia, mendorong para wisatawan untuk mengapresiasi dan menikmati destinasi alam di Indonesia, seni dan budaya. Salah satunya produk pangan lokal.

"Kami dengan senang hati menyediakan produk pangan lokal pilihan ke hotel kami untuk memberikan variasi pengalaman bersantap yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan," ujar Adi.

Selain itu, melalui kerja sama ini, Grup Accor hotel dapat melanjutkan upaya mendukung program pemerintah terkait Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal. Sinergi ini juga diharapkan mendorong pemulihan pariwisata Indonesia khususnya sektor perhotelan.

"Kami menerapkan ALLSAFE dengan komitmen menjaga kebersihan dan pencegahan global Accor termasuk di semua hotel di seluruh Indonesia serta menjalankan protokol kesehatan dan pedoman CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dari pemerintah," jelasnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, kerja sama yang ditandatangani antara petani dengan Grup Accor Hotel akan dilakukan dalam beberapa tahap, pertama memasok pangan dan minuman lokal ke 136 hotel group Accor.

"Selanjutnya masuk ke Singapura, Malaysia dan berikutnya Asia Pasifik. Kita lakukan perlahan dan kesempatan bagi petani memasok pangan lokal ke hotel hotel setelah ditandatangani MoU antara Kementan dengan Accor Grup yang terdiri lebih dari 5.000 hotel di berbagai negara," ungkapnya.

Suwandi menyebutkan berbagai pangan lokal Indonesia yang dimuat dalam cara bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal seperti jagung, ubi, ketela, singkong, talas, sagu dan lainnya diolah sedemikian rupa sebagai pangan pokok .

"Prinsipnya adalah produksi dalam negeri,konsumsi pangan lokal, hargai jerih payah petani. Kalau yang jual petani jangan ditawar,” tukas Suwandi

tag: #kementerian-pertanian  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Tak Hanya di Bogor, Obat Terapi Covid-19 Juga Langka di Bandar Lampung

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 25 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Obat terapi COVID-19 dan vitamin sulit didapat di sejumlah apotek di Bandarlampung karena stoknya terbatas. Dilaporkan, di sejumlah apotek di Bandarlampung, Sabtu (24/7), ...
Berita

Pertanda Bagus, Kasus Sembuh Capai Rekor Baru

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Per Sabtu (24/7), Kementerian Kesehatan melaporkan kasus sembuh mendapat penambahan sebanyak 39.767 kasus. Ini merupakan rekor terbaru kasus kesembuhan di Indonesia. Saat ...