Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 24 Mei 2021 - 07:59:26 WIB
Bagikan Berita ini :

HNW: Presiden Patut Beri Tanda Kehormatan Pada Dua Tokoh Palestina Ini

tscom_news_photo_1621817966.jpg
Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR (Sumber foto : Dokumen MPR)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid mengusulkan, kepada Presiden Joko Widodo untuk menganugerahkan bintang tanda kehormatan kepada tokoh Palestina yang berjasa ikut membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh-tokoh Palestina yang berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia, itu antara lain, M Ali Taher dan Mufti Palestina As Sayyid Al Amin Al Husaini.

HNW sapaan akrab Hidayat menuturkan, dua tokoh tersebut memiliki banyak peran dalam membantu perjuangan Indonesia mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Juga membantu Indonesia untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaannya dari negara-negara Arab.

M Ali Taher yang merupakan Raja Media dan seorang saudagar berasal dari Tepi Barat, Palestina, membantu mensosialisasikan perjuangan kemerdekaannya melalui media-media yang dimilikinya.

Berkat kebaikannya tersebut, perjuangan kemerdekaan Indonesia bisa didukung oleh masyarakat luas dan pimpinan negara-negara di Arab. Beliau juga ikhlas menyumbangkan semua tabungannya demi suksesnya perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan, As Sayyid Al Amin Al Husaini, Mufti Palestina, merupakan salah satu tokoh yang mengumandangkan kemerdekaan Indonesia ke dunia, melalui Radio Berlin berbahasa Arab, meski saat itu sedang dalam pengasingan. Beliau juga aktif melobby banyak pimpinan di negara-negara Arab untuk mengakui dan membela Indonesia Merdeka. Keduanya juga ditemui oleh Bung Hatta dan H Agus Salim saat deklarasi pengakuan Indonesia Merdeka oleh negara-negara Arab, di Kairo, Mesir.

“Dulu Bung Karno dikabarkan sempat berinisiatif untuk memberikan tanda kehormatan kepada Ali Taher asal Palestina tersebut, tetapi belum terlaksana. Sekarang saat yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk meneruskan hal tersebut, dengan memberikan penghargaan kepada M Ali Taher juga kepada As Sayyid al Amin alHusaini yang diundang Bung Karno untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung, tahun 1955,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2021).

Pemberian bintang kehormatan, ini kata HNW perlu dilakukan sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan kepada mereka yang lintas bangsa terlibat intensif dan berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pemberian bintang kehormatan ini juga tanda komitmen Indonesia membantu perjuangan kemerdekaan Palestina, sebagaimana kedua tokoh itu membela dan memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat ini adalah momentum yang tepat untuk memberikan bintang tanda kehormatan kepada kedua tokoh Palestina tersebut. Karena saat ini Bangsa Palestina sedang memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajah Israel. Palestina juga mendapat dukungan masyarakat dunia. Termasuk Indonesia, baik melalui warganya, Ormas, Orpol, MPR dan DPR, bahkan Presiden dan Menlu, yang menggalang dukungan melalui OKI dan Sidang Umum PBB.

“Pemberian penghargaan itu akan meningkatkan posisi Indonesia di mata Palestina dan menyemangati perjuangan mereka untuk mendapatkan kemerdekaannya,” kata Hidayat menambahkan.

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ini pemberian tanda kehormatan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang berjasa bagi Indonesia sangat dimungkinkan sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan beserta aturan turunannya. Ketentuan Pasal 38 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa “tanda jasa dan/atau tanda kehormatan dapat diberikan kepada WNA.”

Selain itu, Pasal 38 ayat (2) menegaskan bahwa pemberian tanda jasa dan/atau tanda kehormatan kepada WNA harus memenuhi (a) keseteraaan hubungan timbal balik kenegaraan; dan/atau (b) berjasa besar pada bangsa dan negara Indonesia.

“Saya kira pemberian tanda kehormatan kepada dua tokoh asal Palestina itu sudah memenuhi kualifikasi tersebut. Yakni berjasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Dan juga melaksanakan ajaran Bung Karno; Jas Merah, dengan melanjutkan dan merealisikan apa yg sudah diniatkan Bung Karno, memberikan penghargaan kepada pejuang Palestina yang berjasa bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia: M Ali Taher dan asSayyidal Amin alHusaini,” pungkas HNW lagi.

tag: #hidayat-nur-wahid  #mpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Tak Hanya di Bogor, Obat Terapi Covid-19 Juga Langka di Bandar Lampung

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 25 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Obat terapi COVID-19 dan vitamin sulit didapat di sejumlah apotek di Bandarlampung karena stoknya terbatas. Dilaporkan, di sejumlah apotek di Bandarlampung, Sabtu (24/7), ...
Berita

Pertanda Bagus, Kasus Sembuh Capai Rekor Baru

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Per Sabtu (24/7), Kementerian Kesehatan melaporkan kasus sembuh mendapat penambahan sebanyak 39.767 kasus. Ini merupakan rekor terbaru kasus kesembuhan di Indonesia. Saat ...