Oleh Rihad pada hari Rabu, 02 Jun 2021 - 14:56:52 WIB
Bagikan Berita ini :

Infeksi Jamur Mematikan Hantui Penderita Covid-19, Bagaimana Kondisi di Indonesia?

tscom_news_photo_1622620612.jpg
Ilustrasi kerusakan dada akibat Covid (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Infeksi jamur banyak terjadi khususnya di India di tengah pandemi Covid-19. Pertama, ada wabah mucormycosis atau jamur hitam, infeksi yang jarang terjadi namun berbahaya. Jamur hitam menyerang hidung, mata, dan terkadang otak. Tercatat sudah ada 12.000 kasus dan lebih dari 200 kematian akibat penyakit itu.

Kemudian, ada pula kenaikan kasus infeksi jamur lain yang juga mematikan bagi pasien Covid-19, sebagian besar setelah seminggu atau 10 hari dirawat di ICU.

Jamur yang dimaksud adalah jamur Candida. Sejauh ini terdapat dua spesies jamur Candida, yaitu auris dan albicans. Keduanya berakibat fatal bagi manusia.

Aspergillus, jenis lain dari kelompok jamur, mempengaruhi paru-paru dan juga bisa berdampak fatal.

Dari lebih lima juta tipe jamur, Candida dan Aspergillus merupakan dua kelompok besar yang sudah merenggut banyak nyawa manusia.

Candida adalah jamur yang bisa muncul di banyak permukaan, seperti di tirai kamar mandi, layar komputer, stetoskop dokter, hingga pegangan di gerbong kereta api.

Menurut para dokter, Candida auris sering menyebabkan infeksi aliran darah, namun juga bisa menjangkiti sistem pernapasan, sistem saraf pusat, organ dalam, dan kulit.

Aspergillus juga tetap berada di lingkungan dan sering ditemukan dalam sistem pemanas maupun pendingin udara. Biasanya imunitas tubuh kita bisa mencegah masuknya spora jamur ke saluran pernapasan.

Namun bagi pasien yang menderita Covid-19, jamur itu bisa masuk ke saluran pernapasan karena kulit, dinding pembuluh darah maupun lapisan saluran napas lainnya pada tubuh pasien sudah rusak akibat virus corona. "Infeksi ini menimpa sekitar 20% hingga 30% pasien yang sudah sakit parah maupun yang dibantu mesin ventilator," kata Dr DP Kalantri dari Rumah Sakit Kasturba di Kota Wardha, negara bagian Maharashtra dikutip dari BBC.

Indonesia Harus Waspada

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan penyakit mukormikosis atau jamur hitam yang berisiko menginfeksi pernapasan pasien COVID-19 hingga saat ini belum terdeteksi di Indonesia.

"Itu adanya di India. Tapi di kita (Indonesia) belum, ya," kata Budi saat ditanya terkait penyakit jamur hitam di Indonesia, usai meresmikan Sentra Vaksinasi Traveloka di Tangerang Selatan, Rabu (2/6).

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto l mengemukakan pandemi COVID-19 saat ini masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia. "Kabar terbaru, beberapa negara seperti di India dan Malaysia terjadi pelonjakan kasus yang sangat signifikan," katanya.

Di India, kata Agus, banyak ditemukan kasus jamur hitam sebagai infeksi mematikan yang muncul pada pasien yang terjangkit virus corona. Pasien yang terinfeksi jamur hitam menyebabkan perubahan warna pada mata dan hidung, penglihatan kabur, nyeri dada, dan kesulitan bernapas.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi jamur hitam, khususnya pada kalangan penderita COVID-19.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan Erlina Burhan mengatakan jamur hitam berisiko memicu alergi hingga menginfeksi saluran pernapasan, otak manusia yang bisa mematikan.

Erlina mengatakan konsumsi steroid berkepanjangan pada proses penyembuhan pasien COVID-19 berpotensi memicu jamur hitam di tubuh penderita. "Penggunaan steroid jangka panjang bisa menurunkan sistem imun. Kalau menyerang pernapasan, tentu bisa sesak bahkan lumayan hebat kalau disertai COVID-19 yang diderita pasien," ujarnya.

Orang Indonesia Berpotensi Tertular

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan Indonesia berpotensi terserang wabah jamur hitam. Indonesia dan India sama-sama memiliki penderita diabetes cukup besar. Data menunjukkan, penderita diabetes di India mayoritas terinfeksi jamur hitam. Penderita diabetes India nomor 1 di dunia. Indonesia itu masuk 5 besar.

Kemudian, perilaku masyarakat Indonesia dan India juga mirip. Menurutnya penduduk di kedua negara itu terkesan mengesampingkan terkait kebersihan lingkungan.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Lainnya
Zoom

Premanisme Bukan Hanya di Priok

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 11 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan tegur kapolda, dan kapolres, yang belum bertindak tangani premanisme. "Kalau belum "action" (bertindak, Red) juga, ...
Zoom

Kebijakan Work From Bali Jadi Pertolongan Pertama Industri Wisata, Apakah Efektif?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski dikritik, kebijakan work from Bali (WFB) untuk aparatur sipil negara (ASN) tetap akan dijalankan. Rencananya, WFB dilakukan secara bertahap mulai kuartal ketiga atau ...