Berita
Oleh Yoga pada hari Thursday, 03 Jun 2021 - 18:29:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Bupati Alor Akui Sudah Minta Maaf Ke Menteri Risma, dan Jelaskan Kemarahannya

tscom_news_photo_1622716082.jpg
Bupati Alor, Drs Amon Djobo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo tak menyangka PDI Perjuangan akan terpengaruh oleh rekaman video soal bantuan bencana. Menurutnya, video itu sebenarnya diunggah tidak secara utuh, hanya diambil saat ia memarahi staf Kemensos.

Dia mengaku, dalam video viral itu, dirinya sama sekali tak pernah menyebutkan PDIP. Dia menjelaskan marahnya tersebut soal tata kelola penyaluran bantuan sosial.

"Jadi kemarahan saya itu karena adanya tata kelola penyaluran bantuan sosial kepada korban bencana Seroja yang dilakukan Kemensos," kata Amon, Kamis (3/6/2021).

Ia mengaku sebenarnya kasus memarahi staf Kemensos dan menyebut Menteri Sosial itu terjadi pada April lalu, bahkan dirinya sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Mensos saat ke Alor beberapa waktu lalu.

Amon Djobo menyatakan pencabutan dukungan PDIP merupakan hak partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Namun dia menyesalkan pencabutan dukungan itu.

"Itu sah-sah saja, itu hak PDIP. Namun saya sangat menyesalkan hal tersebut," kata Amon.

Hal ini disampaikan berkaitan pencabutan dukungan PDI Perjuangan terhadap dirinya setelah viral video memarahi staf Kementerian Sosial berkaitan dengan penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di kabupaten itu.

Amon menyesalkan kebersamaan dirinya dengan PDI Perjuangan, yang sudah lama terjalin dengan baik, harus terhenti.

Terkait surat pencabutan dukungan itu, Amon mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang pencabutan rekomendasi atau dukungan mereka terhadap bupati dua periode itu.

Meskipun dukungan dicabut, katanya, saat ini masih ada 14 kursi DPRD Alor yang mendukung posisinya sebagai kepala daerah. Sementara itu, PDI Perjuangan Alor hanya memiliki empat kursi di DPRD Alor.

Sebelumnya, anggota DPR RI asal Dapil NTT 1 Flores Lembata dan Alor Andreas Hugo Parera menyatakan DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan kepada Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo, setelah viral video yang bersangkutan memarahi anak buah Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Surat pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDI Perjuangan pada November 2017 sempat mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk maju pada Pilkada Alor 2018," katanya.

Melalui surat pencabutan dukungan ini, DPP menginstruksikan DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD setempat untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Alor.

tag: #tri-rismaharini  #kementerian-sosial  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Unggul di Survei, Kaesang-Witjaksono Dinilai Cocok Pimpin Jawa Tengah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 17 Jul 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan pengusaha asal Kabupaten Pati, Witjaksono menempati urutan teratas survei calon gubernur dan calon wakil ...
Berita

OPM Bakar Gedung SMP, DPR Minta Pemerintah Segera Buka Sekolah Darurat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi X DPR RI mengecam peristiwa pembakaran gedung sekolah yang dilakukan  Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan ...