Bisnis
Oleh Rihad pada hari Thursday, 03 Jun 2021 - 23:06:00 WIB
Bagikan Berita ini :

BI: Pemulihan Ekonomi Mulai Terlihat

tscom_news_photo_1622732772.jpg
Erwin Haryono (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kepala Departemen Komunikasi Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono menilai indikator perbaikan ekonomi sudah mulai terlihat nyata baik dari sisi global maupun dalam negeri.

Dari sisi global, berbagai indikator dini telah menunjukkan pemulihan diantaranya peningkatan volume perdagangan, harga komoditas hingga kinerja ekspor impor. Sedangkan di dalam negeri, pemulihan ekonomi terlihat dari mobilitas masyarakat yang mulai meningkat sejalan dengan kasus COVID-19 yang melandai.

"Indikator perbaikan semakin nyata di global maupun dalam negeri, yang kemudian kami di otoritas melihat respons kebijakan sudah mulai dilakukan bersama-sama di KSSK, membangun itu semua baik fiskal moneter porsinya sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Erwin dalam diskusi virtual Infobank di Jakarta, Kamis (3/5/2021).

Tak hanya itu, lanjut Erwin, indikator indeks penjualan eceran hingga indeks ekspektasi konsumen juga sudah mulai meningkat, di mana Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2021 tumbuh 6,1 persen (mtm) meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang masih minus 2,7 persen (mtm).

Perbaikan ekonomi juga terlihat dari kontraksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah menjadi 0,74 persen (yoy) di triwulan I 2021 dibanding triwulan IV 2020, yang minus 2,19 persen.

"Perbaikan ekonomi ini terutama didorong oleh kinerja ekspor akibat kenaikan permintaan Tiongkok dan AS, realisasi belanja fiskal (belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial), serta investasi nonbangunan," ujar Erwin.

Ia mengungkapkan Bank Indonesia memperkirakan perekonomian domestik akan mulai membaik pada triwulan II 2021. Berbagai indikator dini menunjukkan bahwa ekonomi terus membaik, seperti tercermin pada ekspektasi konsumen, penjualan eceran dan realisasi belanja yang meningkat.

Begitu juga dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan ekspor dan investasi nonbangunan. Dari sisi lapangan usaha (LU), peningkatan terjadi di sejumlah sektor seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

"Pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1 - 5,1 persen," ujar dia.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pemulihan kesehatan menjadi kunci kebangkitan ekonomi dan saat ini pemerintah tengah fokus dalam program vaksinasi COVID-19 sebagai upaya penanganan virus yang berasal dari China tersebut.

Menurut Erwin, kasus COVID-19 yang mulai melandai telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan program vaksinasi yang berlanjut guna mendukung pencapaian herd immunity, diharapkan ikut memulihkan perekonomian.

Erwin juga menyebutkan komunikasi kebijakan yang kuat dan erat antar lembaga otoritas baik BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Kementerian Keuangan terus mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

tag: #ekonomi-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Kisah Sukses UMKM Asal Depok Lakukan Digitalisasi Bisnis Berkat Pendampingan Telkom

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 14 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Berbagai cara dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertahankan usahanya selama pandemi Covid-19 terjadi. Salah satu langkah yang diambil dan ...
Bisnis

Ketua APPSI: Sembako Dikenai PPN Tanda Pemerintah Bokek

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap kebutuan bahan pokok (sembako) membuktikan negara sedang tidak punya uang alias bokek. Rencana ...