Ragam
Oleh Rihad pada hari Saturday, 05 Jun 2021 - 22:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengguna Rokok Elektrik Juga Sangat Berisiko Terkena Covid-19

tscom_news_photo_1622906661.jpg
Bahaya rokok (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pengguna rokok elektrik juga punya resiko terkena COVID-19 lebih tinggi. Demikian kata dr. Feni Fitriani Taufik, SpP(K), M. Pd.Ked dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Feni mengemukakan survei daring pada Mei 2020 terhadap 4.351 orang usia 13-24 tahun menemukan bahwa diagnosis COVID-19 lima kali lebih mungkin pada pengguna rokok elektrik.

"Tujuh kali lebih mungkin pada dual user (rokok konvensional dan elektrik) dan 6,8 lebih mungkin pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir, serta gejala terlihat hampir lima kali lebih banyak pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir," jelas dia.

Dia pun memaparkan alasan mengapa rokok elektrik bisa meningkatkan risiko terkena COVID-19. Pertama, rokok elektrik dapat merusak paru dan mengganggu sistem imunitas. Ketika paru rusak dan imunitas turun, individu bakal lebih rentan dan lebih mudah terserang virus. Selain itu, aerosol dari rokok elektrik bisa berupa droplet yang mengandung virus.

Perilaku seorang pengguna rokok elektrik juga berisiko, di mana ada kontak dari tangan ke mulut berulang-ulang untuk menghisap rokok elektrik. COVID-19 bisa tersebar lewat percikan, seseorang bisa tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkena percikan, kemudian memegang mata, hidung atau mulut. Ketika merokok, individu harus membuka masker agar bisa menghembuskan asap, sehingga risiko tertular juga lebih besar.

Dalam webinar tersebut, dia mengemukakan mitos dan fakta dari rokok elektrik yang biasanya dikonsumsi oleh anak muda. Dia membantah anggapan bahwa rokok elektrik merupakan alat bantu untuk berhenti merokok.

Ada rokok elektrik yang mengandung nikotin, yang dipakai adalah garam nikotin yang memungkinkan penghirupan dosis nikotin lebih tinggi. Satu mini pod nikotin pada rokok elektrik sama dengan 20 rokok konvensional.

Nikotin pada rokok elektrik juga bisa menyebabkan ketergantungan. Dia mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan rokok elektrik berpotensi jadi pintu gerbang remaja menggunakan rokok konvensional dan narkoba. Kehadiran rokok elektrik menyebabkan perilaku merokok di masyarakat jadi sesuatu yang normal.

Dia memaparkan, rokok elektrik memang menarik hati generasi muda karena tampilan, alat hingga rasanya. Namun, pengguna rokok elektrik justru cenderung bisa menggunakan rokok konvensional kelak.

"Dari penelitian, pengguna rokok elektrik selama sebulan, kemungkinan 7 kali lebih besar merokok konvensional di masa depan. Ujung-ujungnya jadi perokok juga," katanya.

Zat yang terkandung dalam larutan rokok elektrik antara lain nikotin, propilen glikol, dietilen glikol, gliserol dan perisa. Inilah yang membuat rokok elektrik menarik bagi anak muda karena punya varian rasa beragam, dan mereka pula yang disasar oleh produsen rokok elektrik. Menurut WHO, ada sekitar 8.000 jenis perisa.

"Aslinya bahan-bahan ini yang biasa dimasukkan untuk makanan, tapi begitu dimasukkan sebagai perisa pada rokok elektrik itu juga berbahaya bagi saluran napas kita."

Kandungan-kandungan dalam cairan rokok elektrik berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti nikotin yang menimbulkan kecanduan, juga zat-zat lain yang bisa mengiritasi saluran napas dan paru, peradangan pada paru, jantung, sistemik, kerusakan sel, dan karsinogen.

Dia menyimpulkan, rokok elektrik juga berbahaya untuk kesehatan.

"Jangan mulai merokok karena Anda tidak tahu kapan bisa berhenti. Berhenti merokok apapun jenisnya merupakan pilihan terbaik demi kesehatan jangka panjang," tutup dia.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Jubir Kemenkes: Reaksi Tanggapi Efek Samping Vaksin Berlebihan

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 13 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Diketahui, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral CORVAX Facility sebanyak 1.504.800 dosis, Kamis (10/6) lalu. Muncul reaksi penolakan ...
Ragam

Apartemen Latumenten Satu-satunya Hunian yang Menghadirkan Sistem Keamanan Berbasis Wajah, Apa Itu?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guna menghadirkan konsep hunian yang aman dan nyaman, Apartemen Menara Latumenten yang berlokasi di Jakarta Barat, baru-baru ini memperkenalkan alat facial recognition ...