Ragam
Oleh Rihad pada hari Tuesday, 08 Jun 2021 - 23:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Komunitas Jalanan yang Terluka Hendak Datangi Walikota Pontianak

tscom_news_photo_1623165449.jpg
Alat musik disita Satpol PP (Sumber foto : Ist)

JAKARTA-(TEROPONGSENAYAN)- Korwil Komunitas Jalanan (Komjal) Pontianak, Ijal, akan mendatangi Walikota Pontianak Edi Kamtono, terkait viralnya penghancuran gitar ukulele pengamen oleh satpol PP Kota Pontianak. Menurut Ijal, tindakan itu sangat melukai para musisi jalanan seperti dirinya dan kawan-kawan musisi jalanan di Pontianak.

“Kami akan mendatangi Walikota agar mencopot Kasat Pol.PP kota Pontianak dan oknum yang telah merusak Gitar pengamen, agar jadi pelajaran bagi semua aparat penegak Perda di Indonesia ini. Bahwa pengamen jalanan bukan seorang kriminal yang meski dikejar kejar kayak penjahat. Kalau kami salah dibina, diarahkan bukan malah merusak sarana kami mencari nafkah,”ujar Ijal, Selasa (8/6/21).

Ijal juga menyatakan rasa terima kasihnya atas dukungan Komjal seluruh Indonesia. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi khususnya di Kalimantan Barat.

Sebelumnya viral video anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menghancurkan beberapa alat musik ukulele milik pengamen. Video tersebut awalnya diunggah oleh akun Instagram @polpp.ptk pada Minggu (6/7/2021), tetapi kini udah dihapus setelah viral.

Rekaman video aksi Satpol PP yang menghancurkan ukulele milik pengamen ini mengundang banyak komentar dari netizen. Bahkan, banyak yang menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP tersebut.

Satpol PP Kota Pontianak kemudian mengklarifikasi berita yang beredar lewat Instagram @polpp.ptk.

“Berita yang beredar Satpol PP Kota Pontianak merusak Ukulele pengamen yang terjaring. Berita ini tidak benar, yang benar adalah Satpol PP Kota Pontianak memusnahkan 5 (lima) buah ukulele yang sudah 2 (dua) tahun tidak diambil dan tidak jelas pemiliknya," tulis caption post Instagram tersebut.

"Terhadap ukulele yang masih ada di Satpol PP jika yang bersangkutan telah selesai pembinaan di PLAT mereka boleh mengambilnya dengan membuat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran mengamen di persimpangan jalan," lanjutnya.

Sikap Walikota

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyayangkan tindakan oknum yang merusak alat musik itu. Edi pun meminta maaf kepada masyarakat atas tindakan yang dilakukan oknum petugas Satpol PP tersebut.

"Saya sebagai Wali Kota Pontianak menyampaikan permohonan maaf atas tindakan itu dan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum Satpol PP tersebut," ujarnya, Senin 7 Juni 2021.

Edi berjanji akan mengganti lima ukulele yang telah dipatahkan anggota Satpol PP tersebut.

Hal itu dilakukan Edi sebagai bentuk keprihatinan dan kecintaannya terhadap musik.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Ragam Lainnya
Ragam

Jubir Kemenkes: Reaksi Tanggapi Efek Samping Vaksin Berlebihan

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 13 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Diketahui, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral CORVAX Facility sebanyak 1.504.800 dosis, Kamis (10/6) lalu. Muncul reaksi penolakan ...
Ragam

Apartemen Latumenten Satu-satunya Hunian yang Menghadirkan Sistem Keamanan Berbasis Wajah, Apa Itu?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guna menghadirkan konsep hunian yang aman dan nyaman, Apartemen Menara Latumenten yang berlokasi di Jakarta Barat, baru-baru ini memperkenalkan alat facial recognition ...