Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 11 Jun 2021 - 14:40:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Penyebaran Kasus Covid-19 Aceh Mengkhawatirkan

tscom_news_photo_1623397245.jpg
Covid-19 (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kekhawatiran penyebaran Covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil, hingga saat ini masih menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Terutama, kekhawatiran tenaga kesehatan.

Untuk itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil. Nruman, meminta fungsi posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di setiap desa di Kabupaten Aceh Singkil harus lebih proaktif dan ditingkatkan.

Sebab menurut Nruman, tugas dan fungsi posko tersebut, juga memiliki peran dalam pencegahan penularan Covid-19. Seperti menjaga kedisiplinan masyarakat, mendata warga, yang melakukan perjalan keluar Daerah, dan menerapkan protokol kesehatan.

"Petugas di Posko PPKM Mikro di desa, menurut kami juga harus mendata mobilisasi warganya yang keluar-masuk. Terlebih bagi pendatang, yang dari luar kota/Daerah," kata Nruman saat dikonfirmasi sejumlah wartawan pada Rabu (9/6) Kemarin.

Sementar itu belum lama ini, ratusan anggota Badan Permusyawaratan Gampong (BPG) dari Kabupaten Aceh Singkil baru selesai melaksanakan kegiatan binmbinan teknik (Bimtek) yang di laksanakan di Kota Banda Aceh pada akhir Mei 2021 lalu.

Padahal Kota Banda Aceh, sejak Mei 2021 lalu dinyatakan zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini tentunya, semakin menimbulkan kekhawatiran Dinkes akan tinggi penyebaran Covid-19 di Aceh Singkil karena anggota BPG tersebut dikhawatirkan membawa virus Covid-19 dari luar.

Jika tidak, tidak ditangani dan diantisipasi dengan serius. Seperti, pengecekan suhu tubuh ketika sampai kekampung halaman, dan pemeriksaan kesehatan. Bahkan penerapan isolasi mandiri.

"Ya kita sarankan, Pos PPKM di desa memastikan begitu datang warganya (dari luar daerah), terus bergerak mendata, dan melakukan pengecekan kesehatan. Jika perlu lakukan isolasi mandiri," tambahnya.

Sementara itu, diketahui wilayah Kabupaten Aceh Singkil memiliki 116 desa. Apabila, satu desa mendelegasikan satu anggota BPG mengikuti Bimtek diluar Daerah, maka tercatat ada 116 orang yang setidaknya harus melakukan swab bagi yang bergejala, dan isolasi mandiri.

Kendati demikian, hingga kini belum ada diantara anggota BPG yang terindikasi Covid-19. Namun, upaya antisipasi tetap harus dilakukan oleh Posko PPKM Mikro, sebelum semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di Aceh Singkil.

"Melalui dana mereka kita berharap Pos PPKM Mikro ini berkontribusi proaktif mencegah penyebaran Covid-19," lanjut Nruman.

Hasil pantauan, dari beberapa desa yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, tidak jarang ditemukan Posko PPKM Mikro desa tersebut hanya berdiri, namun tanpa kehadiran petugas. Terutama, pada Posko yang terletak dipedalaman dan jauh dari Ibukota Kabupaten Aceh Singkil.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Bagi Yang Masih Bingung, Inilah Pedoman Pengenaan Pasal Karet di UU ITE

Oleh Rihad
pada hari Wednesday, 23 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah telah menerbitkan pedoman implementasi pasal tertentu dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dikenal sebagai pasal ...
Berita

Soal Wacana Revisi PP 109/2012, Kementan Berharap Kementerian Terkait Mempertimbangkan Kembali

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kementerian Pertanian menyatakan wacana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau ...