Berita
Oleh Rihad pada hari Monday, 14 Jun 2021 - 23:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Inilah Keganasan Varian Corona India yang Terjadi di Kudus.

tscom_news_photo_1623683012.jpeg
ilustrasi Kudus (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan keganasan varian corona India atau B.1716.2 yang masuk Kabupaten Kudus.
Yulianto mengatakan, selain memiliki tingkat penularan yang tinggi, corona varian India itu juga menyebabkan kematian bahkan bagi pasien COVID-19 tanpa gejala.
Seperti yang terjadi pada 2 pasien COVID-19 asal Kudus yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali."Iya jadi progresifitas klinisnya itu cepat sekali, waktu dievakuasi dari Kudus itu masih tanpa gejala. Tapi karena memang itu ciri khasnya varian baru jadi progresif sekali, ujar Yulianto.

Tak hanya rentan terhadap lansia, corona India itu juga memiliki tingkat kerentanan atau fatalitas yang tinggi jika menjangkiti anak muda.
"Lalu ada juga kelompok yang tadinya tidak rentan seperti anak muda, atau tidak fatal ternyata banyak yang meninggal, banyak yang (gejalanya) berat," jelas dia.

"Varian ini tingkat penularannya semakin cepat dan fatalitasnya juga tinggi," imbuhnya.
Untuk itu, ia meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Bahkan jika sudah menerima vaksin sekalipun.
"Masyarakat saya minta mematuhi protokol kesehatan dengan sangat disiplin. Jadi memakai masker harus sangat baik, tidak boleh tidak. Lalu cuci tangan, jaga jarak, dan mobilitas harus ditekan. Di rumah saja untuk meminimalisasi mobilitas," kata Yulianto.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan varian corona India atau B16172 ditemukan di Kabupaten Kudus. Temuan ini berdasarkan uji Genome Sequencing pada sampel pasien COVID-19 di Kudus yang dilakukan di Universitas Gajah Mada (UGM).

Ganjar menyebut ada 62 pasien yang terinfeksi varian corona India. Angka ini bertambah dari data sebelumnya yang menyebut ada 28 orang di Kudus yang terinfeksi varian corona India.

"Dari 72 sampel yang telah diuji, hasilnya ditemukan 62 sampel atau 86,11 persen pasien COVID-19 dari Kudus terdeteksi Strain India (Delta) B16172," ungkap Ganjar melalui foto yang ia kirimkan lewat pesan singkat, Minggu (13/6).

Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus nyatanya berdampak luas pada kegiatan industri manufaktur yang menurun sampai 20%. Sejumlah pabrikan sepatu harus terkena dampak penurunan tingkat produksi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengungkapkan bahwa banyak karyawan pabrik yang mengajukan izin sehingga aktivitas produksi tidak bisa berjalan normal.

"Kudus peningkatan Covid-19 luar biasa. Ada pabrik di sekitar Kudus seperti Pati, Rembang dan Jepara. Kita sudah berimbas dari peningkatan Covid-19, kemudian produktivitas menurun sampai 20%. Dari peningkatan Covid-19, sebagian nggak masuk karena isolasi mandiri, angkanya signifikan sampai 18%-20% tingkat absensi," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (14/6/21).

Padahal, beberapa pabrik di wilayah itu merupakan relokasi dari kawasan Banten dan Jabodetabek. Meski tergolong baru pindah, namun hadangan aktivitas produksi sudah ada di depan mata. Di sisi lain, permintaan ekspor sepatu tetap tinggi, terlihat dari pertumbuhannya yang mencapai 8,7% di tahun 2020 lalu.

Demi menghindari penurunan produksi, industri alas kaki meminta bantuan Pemerintah dalam prioritas proses vaksinasi. Apalagi jumlah pekerjanya juga tidak sedikit, sekitar 30 ribu tenaga kerja.

"Kita industri padat karya, satu ruangan bisa ratusan atau ribuan pekerja. peningkatan Covid-19 di Jateng, khususnya di Kudus dan 8 daerah merah seperti Kudus, Pati, Rembang, Brebes merupakan daerah sentra industri, harapannya bisa dibantu dari Pemerintah vaksinasi karyawan kita terutama daerah krusial ini," kata Firman.

Peningkatan kasus ini menjadi kekhawatiran banyak pihak. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan wilayah sekitar untuk berhati-hati.

"Yang Brebes itu sudah menularkan Kabupaten Tegal, terus kemudian yang Kudus ternyata merembet juga. Yang Kudus ini merembetnya satu kelompok, jadi nampaknya kok terkonfirmasi ya, Jepara, Pati Demak, Grobogan, sampai ke Sragen," kata Ganjar di kantornya, Semarang, beberapa waktu lalu dikutip dari detikcom.

"Artinya Rembang, Blora siap-siap. Kota Semarang, Boyolali siap-siap sampai nanti Solo, Karanganyar," imbuhnya.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kapolri Konsisten Tangani Dugaan Penipuan Jual Beli Gadget

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 28 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit tetap konsisten menangani tuntas Polres penanganan pengembangan perkara penipuan dan penggelapan jual beli gadget yang merugikan korban ...
Berita

Soal Dugaan Bocornya Data Asuransi BRI life. Komisi I DPR Ingatkan Pemerintah Segera Selesaikan RUU PDP

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Industri asuransi dikejutkan oleh dugaan kebocoran data dari PT Asuransi BRI Life, yang dikabarkan berisi data dua juta nasabah. data itu dijual di situs Raid Forums, forum ...