Oleh Rihad pada hari Sabtu, 19 Jun 2021 - 22:03:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Demokrat: Jangan Sebar Kebohongan, Kami Sejak Awal Tolak RUU Cipta Kerja

tscom_news_photo_1624114988.jpg
Benny K Harman (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman menjelaskan sejak awal Partai Demokrat sangat konsisten menolak RUU Ciptaker Kluster Ketenagakerjaan. Dia mengatakan bohong jika ada yang mengatakan Partai Demokrat menolak UU Ciptaker ketika diliput media saja.

Hal itu ia sampaikan untuk membantah tudingan Arteria Dahlan dalam Sidang di Mahkamah Konstitusi yang menyebut Demokrat menyetujui UU Ciptaker saat masih dalam pembahasan, namun saat ada awak media yang meliput Fraksi Demokrat menolak.

"Sidang UU Ciptaker di MK, Demokrat Disebut Walk Out Saat Diliput? Bohong besar! Dari awal di semua tingkatan pembahasan, Demokrat menolak RUU Ciptaker kluster ketenagakerjaan.Jika MK mau cari kebenaran, saya siap hadir sebagai saksi di sidang MK," tegas Benny K Harman.

Benny berharap dalam sidang uji formil UU Ciptaker, hakim bisa menjadi pengawal konstitusi dengan berani membatalkan UU Ciptaker yang cacat dalam pembuatannya.

"Terkait uji konstitusionalitas UU Ciptaker di MK saat ini, kita berharap hakim MK benar-benar menjadi pengawal konstitusi. Jangan takut kedudukan hilang untuk membatalkan UU yang jelas-jelas cacat prosedur-konstitusi. Demi keadilan, saya pun siap bersaksi di persidangan MK," katanya.

Dijelaskan Benny dalam budaya Negara Demokrasi, Majelis Konstitusi dibentuk sebagai perkakas rakyat untuk membentengi diri dari kesewenang-wenangan rezim diktator dan kaum oligarki politik.

"Di negara demokrasi, MK dibentuk sebagai perkakas rakyat untuk membentengi diri dari kesewenang-wenangan rezim diktator dan kaum oligarki politik. Di negara otoriter, MK menjadi senjata penguasa untuk meredam suara kritis rakyat yang menuntut hak2 konstitusionalnya.#RakyatMonitor," ujar Benny K Harman yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Secara terpisah, Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra)/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat menegaskan, penolakan Partai Demokrat terhadap RUU Cipta Kerja yang terjadi sejak awal prosesnya, merupakan fakta sejarah. Janganlah mesin kekuasaan yang diwakili oleh agen-agennya di parlemen maupun di tempat lain, kemudian mencoba mengkooptasi apalagi memanipulasi sejarah ini. Rakyat tahu Partai Demokrat yang memperjuangkan harapan dan aspirasi rakyat terkait RUU Cipta Kerja. Takkan ada yang bisa mencabut kenyataan ini.

Setiap saksi di Mahkamah Konstitusi terikat dengan sumpah, untuk mengatakan kebenaran. Jika ada yang mengatakan sebaliknya, kami berharap Mahkamah Konstitusi yang terhormat bisa memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

tag: #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Pertanda Bagus, Kasus Sembuh Capai Rekor Baru

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 25 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Per Sabtu (24/7), Kementerian Kesehatan melaporkan kasus sembuh mendapat penambahan sebanyak 39.767 kasus. Ini merupakan rekor terbaru kasus kesembuhan di Indonesia. Saat ...
Berita

Windy Chantika Raih Perunggu dan Bonus Rp1,1 Miliar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, sukses meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Bonus pun menanti Windy Cantika usai mencapai kesuksesan ini. Berapa ...