Berita
Oleh Rihad pada hari Sunday, 20 Jun 2021 - 10:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Gawat,18 dari 23 Kecamatan di Bekasi Masuk Zona Merah, Ini Daftarnya

tscom_news_photo_1624150634.jpg
(Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebanyak 18 dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19. Sementara, dua kecamatan menempati zona orange dan tiga kecamatan berada di zona kuning.

Dilansir dari situs pikokabsi.bekasikab.go.id, kasus aktif hari ini ada sebanyak 1.427, dengan penambahan kasus baru tercatat 264.

Adapun wilayah zona merah menyebar di 18 kecamatan, dengan rincian Kecamatan Babelan, Cabangbungin, Cibarusah, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Karangbahagia, Kedung Waringin, Pebayuran, Serang Baru, Setu, Sukawangi, Tambun Selatan, Tambun Utara, dan Tarumajaya.

Selain 18 kecamatan zona merah Covid-19, terdapat pula sejumlah zona oranye di Kecamatan Sukakarya dan Sukatani. Adapun zona kuning ada di Bojongmangu, Muaragembong dan Tambelang.

Berdasarkan data pikokabsi.bekasikab.go.id per tanggal 19 Juni 2021, lima kecamatan dengan kasus terbanyak berada di Tambun Selatan dengan 199 kasus, Cikarang Selatan 185 kasus, Cibitung 120 kasus, Cikarang Utara 110 kasus, dan Babelan 105 kasus.

Drastisnya lonjakan kasus Covid-19, membuat pemerintah daerah mengambil sejumlah kebijakan untuk menekan penyebaran virus Corona, khususnya di wilayah rentan penularan. Salah satunya dengan memperpanjang PPKM Berbasis Mikro selama dua pekan ke depan.

Perpanjangan PPKM mikro ini berdasarkan Instruksi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

"Hasil rapat bersama kita harus gotong royong untuk menanggulangi pandemi Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Sabtu (19/6/2021).

Menurut dia, pada perpanjangan PPKM mikro kali ini, pihaknya akan fokus terhadap pengetatan protokol kesehatan terutama di ruang-ruang publik.

Pihaknya menilai kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi juga diakibatkan masyarakat yang kerap mengabaikan prokes, sehingga penularan Covid-19 menjadi sangat rentan.

"Tiga pilar bersama stakeholder akan menggiatkan lagi operasi yustisi pelanggar prokes. Sanksi sangat penting diterapkan kepada oknum-oknum yang melanggar prokes," kata Alamsyah.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kapolri Konsisten Tangani Dugaan Penipuan Jual Beli Gadget

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 28 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit tetap konsisten menangani tuntas Polres penanganan pengembangan perkara penipuan dan penggelapan jual beli gadget yang merugikan korban ...
Berita

Soal Dugaan Bocornya Data Asuransi BRI life. Komisi I DPR Ingatkan Pemerintah Segera Selesaikan RUU PDP

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Industri asuransi dikejutkan oleh dugaan kebocoran data dari PT Asuransi BRI Life, yang dikabarkan berisi data dua juta nasabah. data itu dijual di situs Raid Forums, forum ...