Oleh Rihad pada hari Jumat, 02 Jul 2021 - 08:54:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Habis Divaksin Tidak Ada Efek Samping, Apa Tanda Tak Ampuh?

tscom_news_photo_1625190890.jpg
Ilustrasi vaksin (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Seorang pengguna Twitter dalam cuitannya pada 25 Juni 2021 mengaku tidak merasakan efek samping dari vaksin COVID-19 yang diterimanya beberapa waktu lalu.

Sedangkan rekan-rekannya, yang disuntik pada waktu bersamaan, merasakan demam usai vaksinasi, kata pengguna Twitter itu.

Sang pemilik akun kemudian menyangsikan keampuhan vaksin COVID-19, karena tidak merasakan efek samping.

Berikut isi narasinya:

"Normal ngga sik woy abis vaksin ngga ada efek samping selain sakit dibekas suntikan? Temen2 yg barengan sama gua pada demam malemnya, gua tunggu sampe hari ini belum ada demam2an? Takut ngga normal atau vaksinnya ngga bereaksi di gua deh btw vaksinnya az, disuntik 2 days ago".

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam situs resminya, menerangkan efek samping ringan atau sedang setelah vaksinasi COVID-19 merupakan respon yang normal.

Gejala layaknya demam dan pegal menunjukkan bahwa vaksin itu bekerja.

Kendati demikian, tidak mengalami efek samping bukan bermakna bahwa vaksin itu tidak efektif. Itu berarti tubuh setiap orang merespons vaksin secara berbeda, terang WHO.

Spesialis peradangan dan kekebalan Thaddeus Stappenbeck, MD, PhD seperti dikutip Cleveland Clinic menjelaskan, saat tubuh menerima vaksin yang mengandung mRNA virus, sel-sel otot di lengan (tempat menyuntik) mulai membuat protein lonjakan.

Hal itu membuat tubuh mengira sel otot terinfeksi virus SARS-CoV-2 secara masif. Selanjutnya tubuh akan mencoba melawan simulasi infeksi di dalam sel.

Kerja sel-sel yang mereplikasi protein lonjakan Covid-19 (RNA) akan diambil alih oleh sel-sel kekebalan. Kemudian sel kekebalan berkomunikasi dengan sel-sel pembuat antibodi.

Melalui pertukaran peran, antibodi khusus untuk SARS-CoV-2 dihasilkan. Inilah proses yang terjadi dalam sistem kekebalan adaptif.

"Pembentukan antibodi dapat menyebabkan beberapa orang mengalami peradangan atau efek samping seperti nyeri lengan, demam, atau nyeri otot," kata Stappenbeck.

Dirinya menjelaskan, saat tubuh terinfeksi virus, maka sistem kekebalan akan melawan dengan antibodi yang ada.

Namun bila seseorang belum pernah terinfeksi virus, maka tidak ada antibodi yang bisa melawan. Tubuh butuh waktu untuk membentuk antibodi.

Dengan melakukan vaksinasi, maka antibodi sudah terbentuk sebelum terinfeksi. Artinya tubuh siap melawan virus SARS-CoV-2 ketika benar-benar terinfeksi.

Vaksinasi Covid-19 membantu orang-orang yang kesulitan membuat antibodi dengan cepat.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Ragam

Bima Arya Coba Makan 20 Menit, Ternyata Pas

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 28 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah memberikan warga makan di warung makan/warteg.  Meski demikian, durasi makan di tempat atau dine in dibatasi maksimal 20 menit dan maksimal pengunjung 3 ...
Ragam

SBY Tampil Satu Detik di Film The Tomorrow War, Ini Tanggapan Demokrat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ramai dibicarakan karena ternyata wajahnya muncul di film berjudul The Tomorrow War yang tayang tahun ...