Oleh Rihad pada hari Senin, 19 Jul 2021 - 09:48:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Sempat Digembar-gemborkan Sebagai Obat Covid-19, Presdir PT Hansen Akhirnya Minta Maaf

tscom_news_photo_1626662913.jpg
Obat cacing Ivermectin (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT. Harsen Laboratories akhirnya mengakui bahwa Ivermectin produksinya dengan merek Ivermax 12 adalah obat cacing. Bahkan Presiden Direktur PT Hansen meminta maaf secara terbuka. Obat tersebut memang terdaftar di BPOM sebagai obat cacing.

Permintaan maaf disampaikan Presdir PT. Harsen Laboratories Haryoseno dalam keterangannya. Belakangan ivermectin memang gencar digaungkan sebagai salah satu obat antivirus untuk penyembuhan pasien yang mengidap corona meski tidak ada data yang kuat. "Kami direksi PT Harsen Laboratories memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Badan POM RI," katanya.

Ia mengakui dalam berbagai media massa Sdr. Sofia Koswara, Iskandar Purnomo Hadi dan dr. Riyo Kristian Utomo, masing-masing sebagai Vice President, Direktur Komunikasi dan Direktur Marketing PT. Harsen Laboratories, telah menggiring opini masyarakat untuk melakukan pengobatan COVID-19 sendiri, dan mengakibatkan masyarakat membeli Ivermax 12 tanpa resep dan pengawasan dari dokter. Selain itu, pernyataan-pernyataan ketiganya di berbagai media massa telah merugikan integritas dan nama baik Badan POM RI.

Badan POM telah melakukan inspeksi kepada fasilitas PT. Harsen Laboratories terkait produksi dan distribusi Ivermax 12. Atas hal tersebut, Badan POM RI telah memberikan sanksi kepada PT. Harsen Laboratories berupa Penghentian Sementara Kegiatan Fasilitas Produksi Ivermax 12, dan Perintah Penarikan kembali produk Ivermax 12

"Atas temuan dan sanksi Badan POM RI kepada PT Harsen Laboratories tersebut, kami telah melakukan Penghentian Sementara Terhadap Kegiatan Fasilitas PRoduksi IVermax 12 dan secepatnya melakukan penarikan kembali produk Ivermax 12," katanya.

Dipormosikan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut menyampaikan keampuhan obat ini. "Dalam menghadapi situasi kritis ini apakah kita harus diam? Diam ada risiko kematian, melakukan sesuatu belum tentu mati. Memang saya mendengar ada dokter yang bilang di TV bahwa ivermectin akan berisiko meninggal, menurut saya itu pernyataan yang tidak bijak. Saya ini sudah berkali-kali menggunakan Ivermectin sehat-sehat saja," kata Moeldoko dalam sambutannya pada webinar tentang ivermectin, Senin (28/6).

"Berdasarkan data laporan dari distribusi yang dilakukan HKTI terhadap penggunaan Ivermectin, di Tangerang, Jakarta Timur, Depok, Bekasi, menghasilkan tingkat kemanjuran yang hampir 100 persen untuk menurunkan COVID," klaim Moeldoko tanpa menyebutkan pabrikan obat generik ivermectin tersebut.

Dalam webinar itu juga hadir Sofia Koswara dari PT Harsen Laboratories yang mempromosikan khasiat ivermectin. Bahkan dia menyebut Menhan Prabowo memakai obat generik itu. Klaim itu kemudian disangkal oleh petinggi Gerindra.

Akhirnya BPOM juga menggelar jumpa pers untuk menjelaskan sejumlah pelanggaran yang dilakukan PT Harsen.

tag: #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Bisnis

MUI: Dugaan Pemerasan Terhadap Yusuf Hamka, Mencoreng Nama Baik Bank Syariah

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menanggapi pernyataan pengusaha muslim Jusuf Hamka soal dugaan pemerasan. Jusuf Hamka sebelumnya mengaku merasa diperas oleh bank ...
Bisnis

Tidak Sanggup Membayar Konpensasi, Kota Bogor Bolehkan Pedagang Non Pangan Berjualan Lagi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jawa Barat, membolehkan pedagang non pangan berjualan lagi, dengan protokol kesehatan ketat. "Mengizinkan pedagang ...