Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 25 Mei 2023 - 22:34:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Respons Kekhawatiran Budiman Sudjatmiko Soal Type Pemimpin, Uchok Sky: Utopis dan Paranoid

tscom_news_photo_1685028879.jpg
Uchok Sky Khadafi Direktur Eksekutif CBA (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kekhawatiran Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko soal calon presiden berhaluan konservatif akan memenangkan kontestasi pilpres direspons Aktivis 98 Uchok Sky Khadafi.

Uchok yang juga pernah mengalami pahit getirnya perjuangan meruntuhkan tembok besar rezim Orde Baru berpendapat, kekhawatiran Budiman tersebut menyiratkan bahwa yang bersangkutan tidak menyadari sedang berada dalam realitas.

"Dia sudah menghakimi realitas itu sendiri (kebenaran banyak variannya tak hanya satu) Budiman terlalu utopis plus paranoid. Kekuasaan tidak mensyaratkan seseorang harus progresif, teknokratis. Itu arena bebas yang bisa direngkuh siapapun apapun model ideologi dan konsep yang dibawanya termasuk orang berhaluan konservatif ataupun nasionalis populis. Yang penting bagaimana dialog yang dihadirkan ke publik dapat diterima, rasional serta mampu menggerakkan peradaban dengan narasi percakapan yang dialeketis," jelas Aktivis 98 itu kepada wartawan, Kamis (25/05/2023).

Menurutnya, sebagai seorang yang dilahirkan dari rahim demokrasi, mestinya yang bersangkutan melakukan refleksi yang mendalam atas perjalanan demokrasi saat ini.

"Terlalu sempit kalau bahasannya soal type pemimpin dilihat dari gerak linier (lurus saja). Bukan teknokratis yang dibangun karena gak ada jaminan, bagaimana dulu orba diisi orang-orang teknokratik tapi ketimpangan justru sangat dalam. Budiman lupa model itu adalah model yang ia tentang dulu. Harusnya bangun sistem berdasarkan meritokrasi," tegasnya.

Uchok mengatakan, jika yang bersangkutan masih memiliki idealisme yang kuat harusnya berkaca pada perjalanan bangsa dan negara ketika dipimpin oleh rekan sejawat dipartainya.

"Jokowi maupun Ganjar sama-sama dengan Budiman yang berasal dari partai yang sama. Kalau Jokowi dianggap populis realis, apa bedanya sama Ganjar nantinya. Budiman ini ingin mengkritik ke dalam partainya mungkin tapi menyelipkannya dengan mengkritik yang lain," sindirnya.

Uchok menegaskan, terkait ketimpangan jika dikorelasikan dengan model kepemimpinan juga terlalu absurd.

"Meminjam istilah Albert Camus itu namanya absurd. Ketimpangan terjadi karena banyak variabel yang satu sama lain saling terkait bukan hanya dari type kepemimpinan saja. Kalau mau kurangi ketimpangan, gagasan apa yang bisa dijadikan perbandingan? Sosialis, komunis jelas terkapar hadapi kapitalisme yang menciptakan ketimpangan saat ini. Lalu ideologi apa yang bisa imbangi itu? Hanya berharap pada type pemimpin progresif, teknokratik untuk atasi ketimpangan, saya kira itu utopis dan seperti berputar putar dalam labirin gelap," tegasnya.

Rakyat, kata Uchok, tak hanya sekedar disuguhkan dan harus memilih type pemimpin yang ada.

"Tapi bagaimana rakyat juga mesti ikut aktif berpartisipasi membangun dan memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam membangun negara ini alias tidak hanya sekedar nunggu perintah pemimpin. Jelas karakter bangsa ini sudah bergeser di tengah kemajuan teknologi saat ini. Jadi tidak relevan lagi jika disuguhkan model demokrasi terpimpin," sindirnya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement