Oleh PIMPINAN PUSAT FRONT PERGERAKAN NASIONAL DOZ SANTOS pada hari Senin, 11 Sep 2023 - 22:12:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Demi Kedaulatan Tanah, Air dan Udara FPN dukung Aksi Rakyat Pulau Rempang Galang

tscom_news_photo_1694445165.jpg
PIMPINAN PUSAT FRONT PERGERAKAN NASIONAL DOZ SANTOS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Front Pergerakan Nasional (FPN) melihat Paradoks kebijakan pemerintah dalam menetapkan proyek pembangunan Rempang Eco City sebagai proyek strategis nasional. Kedaulatan Rakyat seolah sudah mati atas nama Proyek Startegis Nasional.

FPN Memandang ada Kebengisan dan brutalitas aparat gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam seperti zombie mengintimidasi rakyat jelata Aparat menjadikan Ideologi Pancasila sebagai alat pukul rakyat sendiri.

Persekongkolan Aparat dengan para antek-antek pengusaha mengusir Rakyat berdaulat sejak sebelum republik merdeka, mereka ada di sana sejak 1934. FPN mendukung Perjuangan Rakyat Pulau Rempang menolak kampung halamannya dihilangkan dan diusir (diberi tempat relokasi).

Atas penistaan dan penindasan terhadap rakyat pulau Rempang kami dari Front Pergerakan Nasional menyerukan;

1. Hentikan Penistaan dan penindasan melalui persekongkolan Aparat dan antek pengusaha terhadap kedaulatan rakyat Indonesia, khususnya pulau Rempang.

2. Moratorium Seluruh Proyek Pembangunan atas nama kawasan strategis nasional. Ini hanya akal-akalan para pencuri lahan Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh para konglomerat untuk di gadaikan kepada antek Asing.

3. Posko yang didirikan oleh antek-antek pengusaha dan aparat penguasa di Rempang Galang, merupakan upaya sistematis seperti upaya genosida bagi rakyat Melayu dan upaya intimidasi kepada orang Melayu, Presiden Joko Widodo harus membatalkan penggusuran kampung tua Pulau Galang.

4. Proyek pembangunan Rempang Eco City sebagai Kawasan aneka industri, pariwisata, hingga perumahan hanya menguntungkan Segelintir orang yakni pengembang PT Makmur Elok Graha anak perusahaan PT Artha Graha milik pengusaha Tommy Winata dan antek-anteknya.

5. Penindasan dan penistaan kepada kedaulatan rakyat Kampung Sembulang, Pulau Rempang yang menjadi titik awal pembangunan pabrik kaca terbesar asal China bernama Xinyi Group. Adalah modus pengkhianatan para aparat dan pengusaha mengelabui pengusiran rakyat berdalih pembangunan.

FPN mengajak Semua Elemen Pro Perubahan dan prodemokrasi mempertahankan seluruh kedaulatan Rakyat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Memberikan Keteguhan Kita di Jalan Perjuangan Ini. AMIN

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Opini

"Merebut Jakarta" Memutus Belenggu Dinasti Jokowi

Oleh Setya Dharma Pelawi Gerakan Perubahan Jakarta
pada hari Sabtu, 20 Jul 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Langkah politik Partai Golkar yang mencalonkan Kaesang Pangarep sebagai calon gubernur Jakarta cukup mengejutkan. Alih alih menjadikan Kaesang sebagai calon wakil Ridwan ...
Opini

Undang-Undang Ibu Kota Negara Melanggar Konstitusi: Wajib Batal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Undang-Undang (UU) No 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN), yang telah diubah dengan UU No 21 Tahun 2023, melanggar konstitusi. Pertama, Pasal 1 angka 8, angka ...