Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 29 Nov 2023 - 20:31:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Cegah Pneumonia Misterius Pada Anak, Puan Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

tscom_news_photo_1701264664.png
Puan Maharani (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah cepat dalam mengatasi ancaman mewabahnya virus pneumonia misterius. Ia juga meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang banyak menyerang anak-anak itu.

"Harus ada langkah taktis dari Pemerintah dalam menghadapi penyakit Pneumonia misterius yang banyak menyerang anak-anak. Kita tidak ingin kecolongan munculnya wabah baru sehingga respons cepat sangat diperlukan,” kata Puan, Rabu (29/11/2023).

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera meningkatkan sistem pemantauan kasus pneumonia. Terutama, kata Puan, yang berkaitan dengan Mycoplasma pneumoniae.

"Sistem deteksi dini perlu diperkuat agar dapat mengantisipasi lonjakan kasus secara cepat dan merespons dengan tindakan yang tepat," tuturnya.

Seperti diketahui, Pneumonia misterius yang menyerang anak-anak tengah menjadi sorotan utama dan memicu kekhawatiran global termasuk di Indonesia. WHO telah mengeluarkan laporan terbaru pada 22 November 2023, di mana kasus penyakit pernapasan pneumonia "misterius" tersebut saat ini menerpa China.

Penyakit ini disebut misterius lantaran penyebab merebaknya pneumonia pada anak-anak di China belum diketahui secara pasti. Meski begitu, kebanyakan kasus pneumonia di China ini dipicu oleh Mycoplasma pneumoniae, yang juga merupakan penyakit penyebab umum infeksi pernapasan sebelum COVID-19.

Selain itu, badan kesehatan Belanda juga menyampaikan adanya peningkatan signifikan kasus pneumonia pada anak. Selama periode 13-19 November 2023, terdapat 103 kasus pneumonia di Belanda dari setiap 100.000 anak berusia antara 5 dan 14 tahun.

Oleh karenanya, Puan mendorong Kemenkes untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit ini. Khususnya, gejala-gejala awal bagi anak yang diduga terjangkit virus pneumonia misterius.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pneumonia dan langkah-langkah pencegahannya," jelas Puan.

Lebih lanjut, Pemerintah diminta untuk meningkatkan ketersediaan alat kesehatan, seperti masker, sarung tangan, dan obat-obatan untuk menangani pasien pneumonia. Puan mengatakan, Indonesia harus bersiap menghadapi skenario terburuk.

"Langkah ini penting untuk memastikan sistem kesehatan memiliki persediaan yang cukup dalam menghadapi potensi lonjakan kasus," tuturnya.

Puan juga mendorong pintu-pintu masuk ke Indonesia dari negara lain untuk melakukan pemantauan perkembangan kasus, khususnya dari negara-negara yang telah memiliki riwayat pneumonia misterius. Baik Bandara maupun pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan dini dengan melakukan pemantauan kasus yang dicurigai pneumonia.

"Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara, termasuk bandara, pelabuhan, dan pos
lintas batas negara," ungkap Puan.

Bukan hanya itu, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan pun diingatkan untuk melakukan pemantaun pada fasilitas pelayanan kesehatan. Menurut Puan, Dinkes harus melakukan surveilans ketat dengan memantau peningkatan kasus di wilayah.

"Sinergitas pemerintah pusat dan daerah juga memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan aktivitas kesehatan masyarakat. Sehingga reaksi cepat dan tanggap bisa langsung dijalankan apabila ada dugaan terpapar virus pneumonia misterius ini," sebut mantan Menko PMK itu.

Puan lantas mendorong tim dari sentinel surveilans Kemenkes untuk melakukan pengamatan yang akurat. Sebab meski belum ada indikasi penyakit ini, epidemiolog menilai mungkin saja pneumonia misterius pada anak tersebut masuk ke Indonesia.

Apalagi berdasarkan data dari Kemenkes, saat ini di Indonesia tengah terjadi peningkatan kasus flu pada anak.

“Lebih baik kita mengambil langkah antisipasi secara cepat sehingga tenaga kesehatan, faskes, dan masyarakat tidak kesulitan mana kala muncul penyakit tersebut. Karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita generasi penerus bangsa,” tegas Puan.

Di sisi lain, cucu Bung Karno itu mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup sehat, termasuk lebih menjaga kesehatan anak-anak. Di tengah ancaman virus pneumonia misterius ini, menurut Puan, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.

"Saya mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya terhadap anak-anaknya. Lakukan langkah-langkah pencegahan dengan memakai masker di tempat yang penuh dengan kerumunan, serta membiasakan gaya hidup sehat,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, sambung Puan, masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat dan memberikan yang terbaik bagi buah hati. Ia pun mendorong masyarakat yang memiliki anak kecil untuk rajin memberikan vaksinasi kepada anak demi menjaga imunitas mereka.

"Anak adalah investasi masa depan, sehingga kita semua memiliki kewajiban menjaganya dari segala ancaman termasuk wabah penyakit," tutup Puan.

tag: #dpr  #puan-maharani  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Nama Witjaksono Melejit di Pilgub Jateng sebagai Cawagub

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 25 Jul 2024
SEMARANG (TEROPONGSENAYAN) --Dinamika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah baru-baru ini dikejutkan dengan munculnya nama baru bersanding dengan tokoh-tokoh besar lainnya. Nama baru ini, mungkin ...
Berita

Puan Ungkap Forum Parlemen RI-Pasifik Akan Hadirkan Dialog dengan Negara-Negara Melanesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap Sidang Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) yang kembali dihelat DPR untuk kedua kalinya turut menghadirkan acara ...