Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 03 Feb 2024 - 14:05:31 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Nilai Literasi Digital Penting untuk Cegah Hoaks Pemilu

tscom_news_photo_1706943931.jpg
Rizki Sadiq (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Rizki Sadig menilai, literasi digital ke masyarakat sangat diperlukan. Hal ini untuk mencegah penyebaran hoaks, terutama dalam konteks Pemilu.

"Kami terus mengingatkan dalam setiap acara webinar bahwa kita wajib hukumnya untuk melakukan sensor, proteksi, evaluasi, dan klarifikasi terhadap apapun yang masuk di dalam berita kita sebelum kita ingin membagikannya kepada orang lain. Jangan sampai kita menjadi ujung tombak dari menyebarkan berita bohong," katanya dalam Webinar Literasi Digital dengan tema "Berjuang Bersama Lawan Hoax, Terlebih di Tahun Pemilu." Jumat (2/2/2024).

Sementara, Widodo Muktiyo Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyoroti fenomena manipulasi cerita yang dapat terjadi di era digital. "Era digital ini menjadi fenomena yang, jika kita tidak hati-hati, akan kena dampaknya, karena banyak orang yang akhirnya membangun cerita dan ceritanya manipulatif dan menyihir," ucap Widodo.

Selain itu, Sudirman, Founder Rotonegen Indonesia, memberikan pandangan tentang ciri-ciri informasi palsu atau hoaks. "Ada tiga ciri-ciri, yang pertama informasi tersebar menyebabkan kebencian antar kalangan hingga menimbulkan permusuhan dan kecemasan pada masyarakat," ucapnya.

Yang kedua, kata ia, sumber informasi tidak jelas atau anonim cenderung memojokkan pihak tertentu. "Dan yang ketiga, adanya informasi disampaikan secara fanatik akan suatu ideologi, kata-kata provokatif, dan tidak didukung oleh informasi atau fakta aktual," kata Sudirman.

Sementara, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menekankan komitmen pemerintah dalam upaya peningkatan literasi digital. "Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan inisiatif dan program literasi digital sebagai dukungan upaya berkelanjutan," ujar Pangerapan.

Webinar ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara menghadapi tantangan hoaks, terutama di tahun Pemilu. Dengan literasi digital yang kuat, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam menilai informasi, memutus rantai penyebaran hoaks, dan menjaga integritas informasi di era digital.

Seluruh peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi hoaks. Serta menciptakan ruang digital yang bersih, dan mendukung Pemilu yang berintegritas serta damai.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

TB Hasanuddin Mengecam Bentrokan Brimob dan Marinir di Sorong Papua

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 14 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengecam insiden bentrokan antara prajurit TNI dengan anggota polisi Brigade Mobil (Brimob) di Kota Sorong, Papua ...
Berita

TB Hasanuddin: Perubahan KKB Jadi OPM Lebih Realistis, Tapi Seluruh Lembaga Negara Harus Sepakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengungkapkan  penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) memiliki ...