Oleh Fath pada hari Senin, 27 Mei 2024 - 10:58:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Dukung Mendag Tindak SPBE Nakal, Abdul Wachid: di Jateng Lebih Parah Lagi

tscom_news_photo_1716782336.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid mendukung penuh langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di sejumlah tempat seperti Jakarta, Tangerang dan Bandung baru-baru ini. Dalam sidak tersebut, Mendag Zulhas menemukan adanya praktek pengurangan isi gas elpiji 3 kg.

"Saya sangat mendukung operasi Mendag terkait gas elpiji melon atau subsidi," ucap eks Anggota Komisi VI DPR RI itu kepada wartawan, Senin (27/05/2024).

Namun demikian, Wachid berharap agar operasi yang dilakukan Mendag tersebut juga dilakukan di tempat-tempat lainnya.

"Saya minta tidak hanya di Jakarta, Bandung, Tangerang atau di 11 SPBE. Akan tetapi langkah operasi ini juga ke Jawa Tengah dan bila perlu keseluruh Indonesia. Di Jateng lebih parah lagi," harap Politikus Partai Gerindra itu.

Wachid mengungkapkan, praktek yang terjadi di tiga wilayah tersebut juga terjadi di wilayahnya.

"Di Jawa Tengah disinyalir juga sama isinya kurang dari 3 kg.
Saya mendapat laporan dari para pedagang kecil (UMKM) di Jepara, Kudus, Demak. Tidak hanya Isinya yang kurang, Pertamina droping gas 3 kg hanya di saat hari kerja. Di saat hari libur dan libur nasional Pertamina tidak melaksanakan droping gas, sehingga kelangkaan gas terjadi. Akhirnya harga gas subsidi jadi mahal sampai di harga Rp 25.000 per 3 kg yang seharusnya Rp 18.000. Kejadian ini sangat meresahkan para UMKM," ungkap eks Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu.

Sekali lagi, Wachid meminta dan berharap agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) lebih gencar lagi melakukan operasi ke sejumlah SPBE lainnya agar masyarakat tidak resah.

"Saya minta Mendag turun tangan mengatasi persoalan isi gas yang kurang dan menyelesaikan droping gas harus setiap hari, tidak ada hari libur. Setelah saya amati hari libur nasional di kalender 2024 ada 23 hari. Artinya hampir dalam satu tahun ada hari libur hampir satu bulan. Artinya kelangkaan Gas elpiji terus terjadi," urai Wachid.

Terakhir, Wachid mendesak agar pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap SPBE-SPBE yang melakukan praktek usaha curang.

"Bagi SPBE yang mengurangi timbangan atau isi gas. Jangan hanya dikasih sanksi administrasi, tapi wajib dicabut ijinnya," tegasnya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement