Oleh Fath pada hari Selasa, 28 Mei 2024 - 11:37:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Ketua Komisi VIII DPR: Kisah Mbah Sombret Contoh Nyata Budaya Solidaritas Masyarakat Muslim Indonesia

tscom_news_photo_1716871068.jpg
Gedung Wakil Rakyat (MPR, DPR, DPD RI) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pelaksanaan ibadah haji Indonesia di tahun 2024 meninggalkan kisah mendalam dan menyentuh hati. Kisah ini datang dari seorang lansia bernama mbah Sombret asal Pekalongan Jawa Tengah yang rela menyewa ojek sampai Solo demi antar tetangga untuk ibadah haji.

Mbah Sombret viral lantaran rela membayar ojek Rp 600 ribu dari kampungnya ke Solo, Jawa Tengah untuk mengantarkan tetangganya pergi naik haji. Ketulusan dari mbak Sombret ini menarik perhatian banyak pihak tak terkecuali para wakil rakyat di Senayan, Jakarta.

Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PAN Ashabul Kahfi terkesan dengan ketulusan mbak Sombret mengantarkan tetangganya pergi haji. Menurut Ashabul, tindakan mbak Sombret merupakan fenomena nyata dari budaya solidaritas kuat dikalangan masyarakat muslim Indonesia.

“Fenomena ini adalah contoh nyata dari budaya solidaritas yang kuat di kalangan masyarakat muslim Indonesia,” kata Ashabul dalam perbincangan di Jakarta, Selasa,(28/5/2024).

Ashabul mengakui, masyarakat Indonesia memang mengedepankan nilai-nilai gotong royong dan solidaritas. Bagi Ashabul, nilai gotong royong dan solidaritas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Dalam masyarakat kita, nilai-nilai gotong royong dan solidaritas selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Ashabul.

“Kisah Mbah Sombret yang rela mengeluarkan biaya pribadi demi mengantar tetangganya naik haji adalah cerminan mulia dari nilai-nilai tersebut,” tambah Ashabul.

Ketua DPW PAN Sulsel ini menambahkan, tindakan mbak Sombret telah menunjukkan rasa peduli yang tinggi dan mengajarkan kepada pentingnya saling membantu dan mendukung,

“Terkhusus dalam momen-momen sakral seperti keberangkatan haji,” tegas Ashabul.

Ashabul melanjutkan, sikap tulus dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh Mbah Sombret adalah teladan semua pihak.

Hal Ini, kata Ashabul, mengingatkan akan pentingnya memperkuat tali persaudaraan dan saling membantu tanpa memandang status ekonomi atau sosial.

“Saya berharap agar budaya solidaritas ini terus dijaga dan ditingkatkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Ashabul.

Ashabul memastikan, bahwa pihaknya berkomitmen dalam mendukung inisiatif
yang dapat memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.

“Kisah Mbah Sombret tidak hanya menyentuh hati banyak orang, tetapi juga mengingatkan kita semua bahwa dalam kesederhanaan, terdapat kekuatan besar dari rasa saling peduli dan solidaritas,” pungkas Ashabul.

Diketahui, meski hidup dengan kondisi seadanya, sosok Mbah Sombret kini sedang menjadi sorotan usai rela membayar ojek sebesar Rp 600 ribu untuk mengantarkan tetangganya pergi naik haji.

Biaya ojek dengan nilai fantastis itu dibayarkan Mbah Sombret untuk rute dari Pekalongan menuju Solo.

Solidaritas Mbah Sombret yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk mengantarkan tetangganya berhaji itu viral di media sosial salah satunya diunggah akun instagram @undercover.id, Sabtu (25/5/2024).

Dalam unggahan tersebut diceritakan mulanya Mbah Sombret ingin ikut menghantarkan haji menggunakan bus pengiring. Namun sayangnya bus tersebut sudah dalam kondisi penuh.

Enggan berputus asa, Mbah Sombret pun rela mengeluarkan uang sebesar Rp 600 ribu untuk berangkat menggunakan ojek dengan jarak tempuh sekitar 193,2 Km dan waktu kurang lebih 3 jam.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement