Oleh Fath pada hari Senin, 24 Jun 2024 - 12:46:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Respons Gangguan Pusat Data Nasional, Sukamta: Ketahanan Siber Kita Lemah

tscom_news_photo_1719207976.jpeg
Sukamta Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta pemerintah menjelaskan terkait Pusat Data Nasional yang mengalami gangguan. Penjelasan diperlukan, lanjut dia, karena hal tersebut sudah berdampak pada layanan publik, seperti layanan imigrasi di bandara.

"Pemerintah dalam hal ini Kominfo harus menjelaskan kepada publik apa yang terjadi. Semua pihak sekarang hanya bisa menduga-duga dengan rasa khawatir, apa penyebab gangguan tersebut, serangan siber-kah atau gangguan sistem dari internal dan bagaimana kondisi data-data yang ada? Kominfo juga harus bisa menjamin keamanan data pribadi di dalamnya agar jangan sampai bocor," ujar Sukamta kepada wartawan, Senin (24/06/2024).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan bahwa Pusat Data Nasional (PDN) ini sekarang menjadi instrumen strategis, sehingga perlu pengamanan yang maksimal. Banyak data dari instansi-instansi penting disimpan di PDN.

"Sejak proses pendirian, Saya sudah wanti-wanti masalah security-nya. Saya dengar berbagai pihak juga sudah mengingatkan akan potensi ancaman serangan di beberapa waktu sebelum ini. Keamanan dan ketahanan siber di negara kita memang masih lemah. Skor indeks keamanan siber di Indonesia berada di peringkat ke-48 dengan skor 63,64, yang masih berada di bawah skor rata-rata dunia yang mencapai 67,08 poin" tambahnya sembari mengutip National Cyber security Index.

Pihaknya juga meminta Kominfo untuk mengambil langkah-langkah pengamanan secepatnya. Data-data yang rusak dan hilang bisa dipulihkan agar instansi-instansi penting terkait bisa berfungsi kembali. Meskipun layanan imigrasi di bandara Soekarno-Hatta per hari ini sudah mulai pulih.

Insiden ini menjadi peringatan penting untuk pengamanan pada waktu yang akan datang. Kominfo, BSSN, Polri dan instansi terkait harus memiliki koordinasi dan konsep mitigasi yang efektif dan efisien jika terjadi gangguan, entah akibat serangan siber dari luar maupun gangguan sistem dari dalam.

"Salah satu kendala dalam keamanan siber adalah soal koordinasi antarinstansi. Sistem kelembagaan yang kita miliki belum efektif. Ini berakibat, salah satunya, pemulihan PDN memakan waktu hingga berhari-hari. Jika sistem sudah berjalan baik, tentunya pemulihan bisa lebih cepat. Dari hulu, memang diperlukan RUU Keamanan Siber dan Ketahahan Siber," ujar wakil rakyat dari Yogyakarta ini.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Unggul di Survei, Kaesang-Witjaksono Dinilai Cocok Pimpin Jawa Tengah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 17 Jul 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan pengusaha asal Kabupaten Pati, Witjaksono menempati urutan teratas survei calon gubernur dan calon wakil ...
Berita

OPM Bakar Gedung SMP, DPR Minta Pemerintah Segera Buka Sekolah Darurat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi X DPR RI mengecam peristiwa pembakaran gedung sekolah yang dilakukan  Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan ...