Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Jumat, 04 Sep 2015 - 20:26:54 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Berharap Lembaga Karantina di Sejumlah Kementerian Bisa Disatukan

44Andi-Akmal-Pasluddin1.jpg
Andi Akmal Pasluddin (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - DPR saat ini tengah menggodok rancangan undang-undanga (RUU) Karantina. Anggota Komisi IV Andi Akmal Pasluddin berharap RUU tersebut bisa menjadi sebuah terobosan untuk menyatukan sejumlah lembaga karantina yang tersebar di beberapa kementerian.

Menurut dia, dengan diundangkannya RUU ini, nantinya, akan menggantikan UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan dan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Dengan demikian akan ada upaya penguatan menjadi Badan Karantina Nasional (BKN) yang langsung di bawah presiden," ujar Andi kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Disampaikan Andi, selama ini lembaga karantina tersebar di beberapa kementerian. Di antaranya, di Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, Kementerian Kesehatan dan Bea Cukai.

"Namun karena tidak terintegrasi, maka sering arus birokrasi dan kekuatan penyidikan menjadi lemah", ungkap politisi PKS dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II tersebut.

Andi Akmal menggambarkan, lemahnya intelijen di sejumlah lembaga karantina di setiap kementerian dipengaruhi faktor sumber daya manusia yang tidak mumpuni dan tidak merata. Selain itu, ia menyebutkan tidak belum terwujudnya pengelolaan regulasi yang baik pada tiap-tiap karantina di beberapa kementerian.

"Misalnya, kasus penyelundupan kakak tua jambul kuning yang marak beberapa waktu lalu merupakan sebuah bukti lemahnya kekuatan karantina di Kementerian Kehutanan. Bandingkan dengan Karantina Pertanian yang memiliki komunitas intelijen hingga di daerah," ungkapnya.

Dijelaskannya, karantina merupakan bagian dari kekuatan pertahanan nasional. Karantina menjadi bagian dari perisai keamanan nasional dari serangan organisme yang mengancam pangan dan kesehatan di Indonesia.

"Penyakit yang merusak dan mematikan tumbuhan, hewan, ikan, dan bahkan manusia yang berasal dari luar, menjadi ancaman besar yang harus dibendung oleh kekuatan lembaga yang kokoh dan mandiri. Karena itu, Badan Karantina nantinya, harus mampu menjadi penjaga kelestarian hayati nasional. Jangan sampai kekayaan genetik kita di rusak dari luar dan jangan sampai juga dicuri keasliannya. Tanpa kekuatan SDM dan regulasi, dikahwatirkan Indonesia menjadi negara tanpa antibodi," tutup Ketua Daerah Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Selatan ini.(yn)

tag: #ruu karantina  #lembaga karantina  #dpr  #senayan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Sambut Ramadhan, Puan: Jadikan Puasa Ini Untuk Introspeksi Diri

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan ini untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta meningkatkan rasa kepedulian pada ...
Berita

Tempat Wisata Dibuka, Mudik Dilarang, Netty: Membuat Masyarakat Bingung

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengkritik keras kebijakan pemerintah yang membuka destinasi wisata namun melarang masyarakat untuk ...