TSPartai
Oleh Bara ilyasa pada hari Selasa, 14 Jun 2016 - 19:56:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Dalam Kalender Islam, Kemerdekaan RI Jatuh Pada Tanggal 9 Ramadhan

24pks.jpg
(Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadhan, tepatnya jatuh pada Hari Jum'at tanggal 9 Ramadhan 1364 H.

Untuk itu Ketua Fraksi PKS DPR RI mengatakan tidak salah jika 9 Ramadhan ini juga diperingati sebagai HUT kemerdekaan RI dalam kalender Hijriyah.

Ia pun mengajak seluruh umat Islam Indonesia mensyukuri dan melakukan refleksi atas peran dan kontribusi Umat Islam dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Umat Islam Indonesia harus berbesar hati karena rahmat kemerdekaan 17 Agustus 1945 bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan, saat umat sedang berpuasa. Ini punya makna historis yang mendalam bagi umat Islam," ujar Jazuli di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Lanjutnya, menurut sejarah pemilihan hari dan tanggal proklamasi tak lepas dari permintaan saran Bung Karno kepada para ulama, diantara K.H Abdoel Moekti dari Muhammadiyah dan K.H Hasyim Asy’ari dari Nahdatul Ulama. Teks Proklamasi sendiri, menurut Mr. Achmad Soebardjo, didektekan oleh Bung Hatta dan ditulis Bung Karno pukul 03.00 pada waktu sahur Ramadhan. Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa proklamasi dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Ramadhan 1364 H (17 Agustus 1945) pada Pukul 10 pagi di kediaman Bung Karno Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Momen sejarah tersebut, kata Jazuli Juwaini, semakin menegaskan bahwa kontribusi umat Islam tidak pernah putus sepanjang sejarah perjuangan bangsa hingga meraih kemerdekaan.

"Kontribusi umat Islam, tokoh pergerakan, para kyai dan santri dalam usaha-usaha kemerdekaan dicatat dengan tinta emas dan tidak terbantahkan. Inilah dignity atau kebanggaan yang seharusnya diwarisi oleh umat Islam dalam mengisi kemerdekaan hingga hari ini," katanya mantap.

Artinya, lanjut Jazuli, umat Islam harus mengambil tanggung jawab penuh atas kemajuan bangsa ini. Jangan sampai umat Islam justru menjadi bagian dari problem kebangsaan karena tidak sadar sejarah dan abai pada tanggung jawab sejarahnya.

"Umat Islam harus terdepan dalam menjaga nasionalisme Indonesia sesuai dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Menjaga agar Indonesian tetap ber-Ketuhanan, punya rasa kemanusiaan yang tinggi, hadirkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan, bangun demokrasi bermartabat, serta dorong keadilan sosial bagi seluruh rakyat," papar Anggota DPR Asal Banten ini. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
TSPartai Lainnya
TSPartai

HUT Ke-52, DPP Golkar Santuni 1964 Anak Yatim

Oleh Sahlan
pada hari Kamis, 20 Okt 2016
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Memperingati HUT-nya ke 52, DPP Partai Golkar memberikan santunan kepada 1964 anak yatim. Acara ini dilaksanakan di kantor DPP, jalan Anggrek Nelli Murni, Jakarta Barat, ...
TSPartai

Roy Bilang Demokrat Bersyukur Kehilangan Ruhut Si "Berlian KW"

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, pihaknya sangat senang jika benar Ruhut Sitompul bakal mundur sebagai anggota DPR.Terlebih, kata Roy, Komisi ...