Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 29 Apr 2019 - 21:47:20 WIB
Bagikan Berita ini :

Kerja KPU Amburadul, di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100

tscom_news_photo_1556549240.jpg
Kasus pengurangan suara pada paslon 02 di TPS 132, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) –Kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin nyatadan menjadi-jadi.

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik mengaku, heran dengan masifnya kasus penggelembungan suara untuk pasangan 01 dan pengurangan suara pada paslon 02.

Kali ini, kata Ketua DPDPartai Gerindra DKI itu, terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 132, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dimana, suara Prabowo-Sandi kembali disunat oleh oknum penyelenggara pemilu.

Semestinya, kata Taufik, dalam C1 plano berhogram suara pasangan 02 unggul sebanyak 134 dan suara 01 hanya 86 suara.

’’Masuk scan dan situng KPU RI masak suara Prabowo jadi 34. Hilang angka satunya. Sedangkan Jokowi, tetal86 suara. Kankami berkurang mereka (01) tetap jadi unggul. Saya rasa ini amat terstruktur dan brutal,’’ kata Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Pada tampilan laman itu, menurut Wakil Ketua DPRD DKI tersebut, jelas sekali terlihat bahwa suara Jokowi-Ma’ruf Amin diinput dengan 86 suara.

Sementara Prabowo-Sandi diinput dengan 34 suara. Jumlah pemilih terdaftar sendiri di TPS ini, tercatat 220 orangjumlah suarasah lima, dan jumlah suara sahtidak sah 225 suara.

Saat dilihat di Scan C1, nampak data yang sangat berbeda. Di TPS ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya memperoleh 86 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 134 suara.

Dengan demikian, dalam input di data KPU, suara Jokowi-Ma’ruf Amin tetap 86 suara, sedangkan suara Prabowo-Sandi dikurangi 100 suara.

"Adanya selisih suara yang sangat besar antara C1 dengan input Situng di KPU ini, apakah ini hanya kesalahan human error atau memang sudah pesanan," katanyam

Karena itu, pihaknya akan melaporkan komisioner KPU RI ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam waktu dekatm

"Ini masalah serius. Kenapa 02 yang selalu berkurang. Kamiakan DKPP-kan,’’ tegas Taufik. (Alf)

tag: #pilpres-2019  #kpu  #prabowosandiaga  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Ini Kritik Skema PMN-Dana Talangan Untuk BUMN, Kenapa?

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 05 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Khilmi mengkritik langkah pemerintah yang memberikan relaksasi bagi sejumlah BUMN-BUMN melalui skema dana Talangan dan Penyertaan Modal Negara ...
Berita

Koruptor Proyek Listrik Raja Ampat Ditangkap, Dites Dulu Sebelum Masuk Penjara

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tim Intel Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menangkap Selviana Wanma atau Selvi (SW), terpidana kasus dugaan korupsi proyek pembangkit ...