Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Kamis, 23 Mei 2019 - 22:56:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Situasi Mulai Kondusif, Besok Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka

tscom_news_photo_1558626968.jpg
Arief Nasrudin dan Haji Lulung (kiri depan) bersama Kapolres dan Kapolsek Tanah Abang saat jumpa pers di depan Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) malam. (Sumber foto : TeropongSenayan.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pasca kerusuhan 21-22 Mei kemarin, kondisi di sekitar Bawaslu RI di Jalan Wahid Hasyim arah Pasar Tanah Abangmulaikondusif. Jalan Wahid Hasyim kini sudah dibuka dan kembali bisa dilewati kendaraan.

Pantauan TeropongSenayan,di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) malam ini, sekitar pukul 20.45 WIB, kondisi terlihat kondusif. Kendaraan sudah diperbolehkan melewati Jalan Wahid Hasyim-Tanah Abang.

Terlihat sejumlah mobil dan motor melintas di Jalan Wahid Hasyim menuju Tanah Abang. Arah sebaliknya menuju Sabang, Menteng juga sudah bisa dilewati.

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan akan kembali membuka pusat perdagangan Pasar Tanah Abang Blok A-G.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudinmenilai, saat ini situasi keamanan Ibu Kota semakin kondusif.

Menurutnya, pembukaan kembali perdagangan di Pasar Tanah Abang dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan aparat keamanan baik TNI maupun Kepolisian.

"Sebenarnya arahan Pak Gubernur (Anies Baswedan) memastikan perekonomian Jakarta stabil. Terlebih di sini juga ada bantuan keamanan dari Kapolres, Kapolsek juga hadir, tokoh masyarakat hingga anggota dewan yang memastikan Tanah Abang aman," ujar Arief didampingi Tokoh Tanah Abang, Abraham Lunggana (Haji Lulung) saat jumpa pers di depan Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) malam.

Dia mengatakan, ada 300 personel gabungan yang selalu siaga di kawasan Tanah Abang.

"Ada satu SSK dari TNI, polisi juga pengamanan internal kita yang bersiaga di sini. Jumlah seluruhnya ada 300 personel gabungan. Kita memastikan dari kita, sesama pedagang dan masyarakat yang mau bekerja ataupun melakukan jual beli, sudah banyak berdatangan ke Tanah Abang. Jadi nggak boleh kita tutup, sehingga ekonominya tidak bergerak," kata Arief.

Dia menjelaskan, ada 17 ribu kios yang dua hari sebelumnya ditutup oleh Perumda Pasar Jaya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan usai kericuhan yang terjadi sejak Rabu (22/5/2019) dini hari lalu. Kericuhan itu buntut dari massa pendemo di Bawaslu yang dipukul mundur dari Bawaslu RI ke arah Jalan Wahid Hasyim hingga kearah Pasar Tanah Abang.

"Bagi pedagang, keluhannya cuma satu yakni keamanan. Namun, pedagang maupun masyarakat diminta tetap waspada sesuai situasi keamanan Jakarta. Namun, kita pastikan semua aman," tegas Arief.

Terlebih, lanjut Arief, akses transportasi baik KRL, Transjakarta maupun angkot sudah berjalan dengan baik.

Dia mengungkapkan, pusat perdagangan Tanah Abang menjadi barometer keamanan di Ibu Kota. Sehingga, penutupan Tanah Abang semakin mengindikasikan suasana Jakarta mencekam. Padahal saat ini sudah kondusif.

"Kita ingin memastikan bahwa tempat ini adalah bukan tempat yang rawan. Apalagi, tempat ini merupakan pusat ekonomi, bukan hanya di Indonesia tapi dunia. Pelanggan kita datang dari Eropa dan Afrika. Sehingga penutupan tidak boleh terlalu lama," papar Arief.

Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat Tanah Abang, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengatakan, penutupan Tanah Abang merupakan imbas dari unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Bawaslu pada 21-22 Mei kemarin.

Namun, dia memastikan, saat ini keamanan Tanah Abang sudah kembali kondusif. Sehingga para pedagang dan masyarakat tak perlu khawatir.

"Pak Gubernur menyampaikan bahwa roda perekonomian di Jakarta harus tetap jalan. Nah, sekarang Pak Kapolres memastikan situasi (sekitar Tanah Abang) sudah kondusif. Maka, silahkan pedagang mulai besok (Jumat, 24Mei 2019) buka lagi seperti biasanya, Insyaallah aman," kata mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Ketua Bamus Betawi ini membenarkan, bahwa selama dua hari kemarin para pedagang dan masyarakat sekitar mengeluh. Mereka tidak berani beraktivitas danmemilih menutup kios dagangannya hingga situasi benar-benar kondusif.

Sebab, hingga Kamis (23/5/2019) dini hari, aksi massa pendemo di depan Gedung Bawaslu masih belum benar-benar aman terkendali.

Padahal, menurut Haji Lulung, jelang Lebaran idul fitri seharusnya masa panen bagi para pedagang dan pengusaha jasa pengiriman barang karena order meningkat.

"Alhamdulillah, mulai besok, pedagang di Pasar Tanah Abang sudah bisa kembali berjualan seperti biasanya. Semoga situasi Jakarta khususnya di area Tanah Abang betul-betul kondusif hingga lebaran. Kita semua harus memastikan, roda ekonomi nasional kita tidak terganggu gara-gara kontestasi pemilu," pesan Haji Lulung. (Alf)

tag: #pd-pasar-jaya  #pemprov-dki  #haji-lulung  #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Kadis Pariwisata Ingin Tempat Wisata Jakarta Dibuka secara Bertahap

Oleh windarto
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta akan membuka tempat wisata dan hiburan di Jakarta secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi ...
Jakarta

Usung Prinsip B to B, PT Food Station Dukung Inisiatif Gerakan Berbagi di Masa Pandemi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dalam masa pandemi Covid-19 ini, yang dihadapi masyarakat tidak saja ancaman akan paparan virusnya namun juga dampak ekonominya berupa terganggunya program ketahanan ...