Berita

Dukungan kepada Bamsoet Mengalir Deras Tanpa Intimidasi

Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 04 Jul 2019 - 10:17:47 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1562210267.jpeg

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Tudingan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng yang menyebut Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengintimidasi para Ketua DPD II Partai Golkar se-DKI Jakarta dibantah kader muda Golkar, Nofel Saleh Hilabi. 

"Buat apa pak Bamsoet mengintimidasi demi dukungan Golkar DKI Jakarta? Dukungan dari daerah justru mengalir deras tanpa paksaan," Kata Nofel dalam pesan singkatnya, Kamis (4/7/2019).

Di sisi lain, lanjut Nofel, Bamsoet sendiri belum menyatakan secara terbuka akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum (Caketum) di Munas Golkar 2019. 

"Pak Bamsoet sendiri belum deklarasi, kenapa harus terburu-buru kumpulkan dukungan dengan intimidasi? Semua kader akar rumput pemilik hak suara justru menyatakan dukungan ikhlas tanpa pamrih," ucap Ketua Umum Baladhika Karya ini.

Menurut Nofel, bukan karakter Bamsoet melakukan seperti apa yang dituduhkan Rizal. 

"Kekerasan atau intimidasi bukan karakter Pak Bamsoet, semua hal dibicarakan dan didiskusikan dengan musyawarah. Lagipula Pak Bamsoet tak pegang kekuasaan di DPP, bagaimana bisa melakukan intimidasi? Justru Rizal yang punya kuasa, baik di DPP maupun di DPD I kan?," papar Nofel.

Nofel mengingatkan Rizal agar lebih santun berpolitik dan perbaiki gaya komunikasinya. 

"Saya minta agar Rizal tidak menyerang pribadi orang lain. Character Assasination itu tak baik. Cara pecundang! Lebih santunlah dalam bicara dan komunikasi. Saya yakin Rizal punya nomor HP Pak Bamsoet, tegur langsung. Jangan sebentar-sebentar bicara di media. Tak etis," lanjut Nofel.

Rizal Mallarangeng juga diminta fokus pada prestasi buruknya di DKI Jakarta saat Pileg 2019 lalu. 

"Rizal jangan sibuk urusi orang lain. Cari cermim dan berkaca! Buat pertanggung jawaban. Di bawah Rizal, Golkar DKI harus kehilangan dua kursi DPR dan tiga kursi DPRD. Target 20 kursi DPRD jauh api dari panggang," tegasnya.(plt)

tag: #bamsoet  

Bagikan Berita ini :