Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 11 Jul 2019 - 12:36:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Disorot, Banyaknya Politikus yang Lolos Jadi Calon Anggota BPK

tscom_news_photo_1562823410.jpeg
Gedung BPK (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Pemilihan calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tengah memasuki proses penyaringan oleh wakil rakyat. Dari 64 nama yang mendaftar, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memangkasnya menjadi 32 nama lalu diserahkan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Mantan Komisioner Bidang Penindakan KPK Haryono Umar mengatakan, idealnya anggota badan pemeriksa keuanan (BPK) diisi oleh para profesional auditor yang sudah memiliki kompetensi yang ditujukan dengan certified public accountant (CPA).

"Harusnya yang jadi anggota BPK adalah para profesional auditor yang memiliki kompetensi yang dutunjukkan dengan CPA atau CA serta memahami tentang audit korupsi," kata Haryono saat dihubungi, Kamis (11/7/2019).

"Tetapi, selama ini yang terpilih kebanyakan dari partai politik atau politisi," tambah pria yang berlatar belakang auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Di samping kompetensi, menurut Haryono, independensi juga harus menjadi pertimbangan utama oleh tim seleksi.

Tidak hanya itu, pria yang juga Direktur Lembaga Anti Fraud (Latifa) Perbanas Institute ini mengaku heran dengan penilaian makalah para calon yang dilakukan dalam tahap seleksi administrasi, bukan pada tahap fit and proper test.

"Itu juga yang aneh," jawabnya singkat.

Sembilan politikus lolos dalam seleksi awal anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2019-2024.

Mereka adalah Daniel Lumban Tobing (PDIP), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), serta Ahmadi Noor Supit.

Kemudian, Ruslan Abdul Gani (Golkar), Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar (Gerindra), Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat), dan Suharmanta (PKS).

Hanya satu pelamar berlatar belakang politikus yang tidak lolos, yakni Haryo Budi Wibowo (PKB).(plt)

tag: #bpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Pernah Bahas Pemakzulan di Era SBY, Demokrat Minta PDIP Ingatkan Jokowi Juga

Oleh Givary Apriman
pada hari Rabu, 03 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi Demokrat Rachland Nashidik meminta PDIP untuk mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak takut dimaakzulkan. Seperti yang diketahui pada saat era pemerintahan ...
Berita

Tegas, JK Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta tempat ibadah dibuka lebih dulu daripada perkantoran, pasar maupun pusat perbelanjaan. "Jadi kenapa masjid ...