Sikapi Insiden Mahasiswa Papua, Sejumlah Ormas di Surabaya Gelar Pertemuan

Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 19 Agu 2019 - 20:52:07 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1566222727.jpg

Sejumlah ormas di Surabaya yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Akbar (Silatbar) Arek Suroboyo. (Sumber foto : Ist)

SURABAYA (TEROPONGSENAYAN) --Sejumlah ormas di Surabaya yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Akbar (Silatbar) Arek Suroboyo mengadakan pertemuan. Mereka memastikan kondisi Kota Pahlawan aman dan tidak ada pengusiran warga Papua usai penyerbuan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. 

"Kita sudah berkumpul 7 tahun ya. Kita terdiri dari 35 elemen yang tergabung dalam Silatbar. Nah, dalam situasi ini kenapa kita berkumpul karena di dalam kami ada IKBPS (Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya)," kata ketua Pusura (Pemuda Surabaya) Hosli Abdullah kepada wartawan usai menggelar pertemuan di Jalan Yos Sudarso, Senin (19/8/2019).

"Kemudian ada info yang saya kira tidak benar tentang adanya pengusiran mahasiswa Papua dari Kalasan. Kemudian ada intimidasi dan lain-lain," imbuhnya.

Meski begitu, Hosli meminta agar masalah pembuangan bendera merah putih yang terjadi di asrama mahasiswa Jalan Kalasan harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Sebab, dengan pengusutan tuntas maka insiden tersebut tidak ditumpangi oleh kepentingan segelintir orang untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia.

"Kalau masalah pembuangan bendera itu harus diusut tuntas. Apalagi ingin memisahkan dari NKRI. Pasti itu semua orang bilang harga mati," terang Hosli. 

Hosli juga berharap kasus ini kemudian bisa diselesaikan secepatnya. Karena jika tidak dikhawatirkan akan berimbas menjadi sentimen antar suku. 

"Dan ini keberagaman yang harus dibangun. Nah ini yang lagi ngetrend kan Papua. Ya mudah-mudahan tidak terjadi pada suku-suku yang lain ini kita akan mencoba menjalin komunikasi dengan IKBPS kemudian kami bisa mengobrol bersama bareng dalam silaturahmi akbar arek Suroboyo yang pada ujungnya Surabaya aman, kondusif dan tenteram. Nah ini yang dimaksud Jogo Suroboyo," tambahnya. 

Senada dengan Hosli, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Pieter F Rumaseb yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan, kondisi Surabaya tidak ada masalah dan hidup rukun pasca-insiden penyerbuan di asrama.

"Yang perlu saya sampaikan pada saudara-saudara bapak, mama dan semua di Papua bahwa kondisi kita di Papua aman, tidak ada masalah, kita hidup rukun dengan warga kota yang lain bahwa jika ada informasi yang berkembang terkait adanya pengusiran warga Papua di Surabaya itu tidak benar," ujar Pieter. 

"Seperti tadi yang disampaikan oleh Cak dullah yang didampingi ormas yang tergabung dalam Forum Silatbar Arek Suroboyo. Kita sampaikan bersama bahwa kondisi Surabaya aman, damai dan kondusif. Jadi tidak ada pengusiran apalagi intimidasi dan sebagainya," tambahnya.

Pieter juga mengimbau kepada masyarakat di Papua agar kembali beraktivitas seperti sediakala dan tidak terpancing dengan isu-isu yang berpotensi memecah-belah bangsa. Ia juga membantah tentang adanya isu meninggalnya warga Papua di Surabaya.

"Kami mengimbau agar beraktivitas seperti biasa tidak usah terpancing pada isu-isu provokasi yang berpotensi memecah-belah persatuan. Mari kita kembali beraktivitas dalam sehari-hari dalam hidup yang rukun, hidup yang damai dan hidup yang tenteram. Tidak benar ada yang meninggal. Itu hoaks," pungkas Pieter. (Alf)

tag: #papua  

Bagikan Berita ini :