Jokowi Dinilai Gagal Kelola Keragaman di Masyarakat

Oleh Fitriani pada hari Minggu, 25 Agu 2019 - 18:59:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1566734392.jpg

(Sumber foto : Fitriani)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai gagal dalam mengelola dan menciptakan keragaman di masyarakat. Tak hanya itu pemerintah juga dinilai tak mampu menyelesaikan konflik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro dalam diskusi ‘Indonesia Dalam Pusaran Krisis Politik, Krisis Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Pemerintahan Jokowi’ di Neighbor Coffee Spot, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (25/08/2019).

Dalam pemaparannya, Gigih mengatakan ada konflik yang seolah-olah dibiarkan pemerintah sejak tahun 2014 hingga sekarang.

“Dari situasi selama ini adalah dampak bagaimana sebenarnya pemerintah hari ini tidak mampu mengelola kebhinekaan. Ada situasi yang dibangun oleh pemerintahan ini memang sengaja, pemerintahan sengaja membiarkan atau sengaja memelihara satu konflik yang memang ini sangat krusial sehingga apa ada sesuatu yang memang diuntungkan,” katanya.

Tak hanya itu, Gigih juga mencontohkan, bagaimana peristiwa rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut Gigih, hal itu terjadi dikarenakan pemerintah tidak bisa mengelolah kebinekaan sehingga masyarakat tak lagi berpikir tentang perbedaan maupun keragaman.

“Apa yang terjadi hari ini di Papua kemudian friksi rasis dan sara atau yang terjadi diteman-teman lainnya ini bagian dari satu situasi ini lah dampak dari bagaimana sebenarnya pemerintaan hari ini tidak mampu mengelolah kebinekaan itu,” ungkapnya.

Ironinya, menurut Gigih, selama ini pemerintah hanya menjual slogan-slogan namun tak mampu menciptakan situasi kebinekaan dan keberagaman ditengah-tengah masyarakat.

“Padahal apa yang dikatakan kemarin Slogannya saya pancasila saya Indonesia. Artinya apa yang dikatakan itu slogan abis. Ada persoalan-persoalan besar yang itu tidak mampu diselesaikan terlebih tahun 2017 pemilu DKI sampai sekarang ini friksinya semakin tajam,” pungkasnya.

tag: #  

Bagikan Berita ini :