Opini
Oleh M Rizal Fadillah (Pengamat Politik) pada hari Jumat, 30 Agu 2019 - 13:50:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Emil Kerja Dulu

tscom_news_photo_1567147101.jpg
Ridwan Kamil (Sumber foto : Ist)

Gaya kepemimpinan sensasional sudah mesti dilewati. Saat ini adalah waktu untuk membuktikan bahwa pemimpin mampu melaksanakan amanat rakyat.
Keinginan Ridwan Kamil memindahkan Ibukota Jawa Barat mengikuti Jokowi bukan bukti kerja bagus melainkan sensasi yang bisa bikin ribut. Suatu ide yang dilempar membutuhkan momen. Baru jadi Gubernur sudah melempar kontroversi. Kerja dulu yang baik sehingga rakyat Jawa Barat percaya dan sang Gubernur wibawa. Bukan seperti Jokowi yang selalu jadi obyek bully dan komen yang merendahkan. Rakyat tak bisa disalahkan karena itu akibat dari ulah sendiri.

Seperti Jokowi kemenangan Emil tidak mutlak bahkan hanya mendapat support 32 % pemilih. 68 % lain bukan pendukung Emil. Karenanya tugas pertama adalah membangun kinerja sehingga dukungan menjadi maksimal. Jika telah tumbuh kepercayaan baru program pembangunan Jawa Barat akan ditopang positif, bukan jadi isu yang tak perlu.
Pemindahan ibukota ala Jokowi tentu berimbas. Karena mengambil momentum yang sama. Tidak clear nya pemindahan ke Kalimantan, maka ketika Emil canangkan pindah ke Walini, Tegal luar atau Rebana juga akan tidak clear. Gonjang ganjing yang sama bisa terjadi. Papua rusuh juga bagian dari "gonjang ganjing" tersebut. Jawa Barat mesti waspada dan hati hati. Gubernur adalah pengarah dan penyelesai masalah, termasuk peredam dampak Pusat, bukan pembuat masalah baru.

Sesuai janji waktu hendak menjadi Gubernur Emil menyoroti pembenahan birokrasi, pengembangan ekonomi desa "satu desa satu perusahaan", apartemen buruh di kawasan industri, destinasi wisata baru, infrastruktur jalan di pedesaan dan lain lainnya. Apa yang dijanjikan kerjakan saja dulu. Tidak ada janji soal pemindahan ibukota Jawa Barat. Mungkin jika ini dikampanyekan Emil belum tentu terpilih. Penolakan masyarakat Jawa Barat mungkin besar. Yang ada justru soal pemekaran daerah. Walini, Rebana atau lainnya jadikan dulu destinasi wisata, setelah maju atau berkembang baru jadi opsi untuk ibukota. Sayangnya ini mah "ujug ujug".
Sebenarnya yang dijanjikan belum dikerjakan optimal, yang tidak ada malah dimunculkan. "Ulah program sahayuna kitu atuh Pak Gubernur".

Pindah Ibukota perlu matang. Bandung adalah kota bersejarah ada "perjuangan" Bandung Lautan Api, Gedung Sate yang monumental, Gedung Merdeka tempat KAA, dan lainnya belum kesebelasan kesayangan Persib atau Kota Kembang dan Parijs Van Java. Sebagai warga Bandung tentu akan berjuang untuk mempertahankan status Ibukota Jawa Barat. Perlu juga dipertimbangkan begitu pindah jangan jangan Cirebon minta jadi Provinsi, begitu juga dengan semangat "lepas" Bekasi dan Depok.

Jadi Kang Emil, berakit rakit ke hulu berenang renang ke tepian, kerjakan dulu apa yang dijanjikan, pindah Ibukota kemudian.
Mugi janten perhatosan, Pa Gubernur. Hatur nuhun.

30 Agustus 2019 (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #ridwan-kamil  #jabar  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Perekonomian Dunia Tidak Akan Sama Lagi dengan Sebelum Pandemi

Oleh Andi Rahmat, Pelaku Usaha, Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI
pada hari Senin, 25 Mei 2020
Pandemi Covid-19, sebagaimana yang dinyatakan kolumnis CNN, Nic Robertson dalam artikelnya, “The Pandemic Could Reshape The World Order” (CNN,23/05/2020 ) bahwa pandemi tidak hanya ...
Opini

Tradisi Halal Bihalal dan Makna Kata Maaf Presiden

Mengapa di Indonesia ada tradisi #halalbihalal yang tidak ada di negeri lain? Tradisi Halal bihalal telah berdampak sosial & politik dalam masyarakat. Secara sosial kehidupan bernegara lebih cair ...