Kendati Tak Lagi Ibu Kota, Jakarta Tetap Pengendali Ekonomi

Oleh pamudji pada hari Senin, 02 Sep 2019 - 09:11:34 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1567390294.jpg

Ilustrasi Jakarta (Sumber foto : ist)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Diheim Biru menyatakan, Jakarta diyakini akan tetap memegang peranan penting sebagai pusat ekonomi Nusantara. Peran tersebut akan terus ada kendati Jakarta pada akhirnya tak berstatus sebagai Ibu Kota Negara.

Diheim Biru dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (1/9/2019), menyatakan, untuk itu, pembenahan Jakarta pascapemindahan ibu kota tetap perlu dilakukan.

"Alasan utama mengapa ibukota Indonesia pindah ke Kalimantan adalah keamanan dari bencana alam dan dampak perubahan iklim. Saatnya jejak-jejak ekologis yang telah dipijak di daerah ini diringankan dengan membenahi fasilitas dan infrastruktur yang kelak ditinggal lembaga pemerintahan pusat di kemudian hari," katanya.

Menurut Diheim Biru, beberapa hal yang dapat dijadikan perhatian antara lain pembenahan aspek keramahan lingkungan seperti peredaman kebisingan, ruang terbuka hijau (RTH) dan penataan infrastruktur jalan.

Hal itu, ujar dia, perlu dilakukan menimbang bahwa Jakarta ke depan bisa saja diberikan otonomi daerah dan kemungkinan tidak berbenturan banyak kepentingan sehingga lebih leluasa pengelolaannya.

Ia menambahkan bahwa Jakarta, yang berpotensi menjadi destinasi wisata, sangat rentan terkena bencana alam seperti banjir dan gempa.

Diheim juga menyoroti pengelolaan air di Jakarta saat ini banyak menyerap air tanah di bawahnya sehingga memicu kenaikan permukaan air di sekitarnya.

"Penampungan drainase air juga masih menjadi isu di beberapa tempat apabila musim hujan tiba. Ini yang menyebabkan meningkatnya ketinggian air laut di sekitar wilayah Jakarta. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan upaya pencegahan banjir," ucapnya.(plt)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :