Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 03 Sep 2019 - 13:15:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Minta Dukungan Amerika Jaga Kedaulatan Indonesia di Papua

tscom_news_photo_1567490645.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kepala Staf Kepresidenan Moeldokomengatakan bahwa Pemerintah Indonesia ingin mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS) untuk menangani gejolak yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Dia mengklaim AS juga sudah sepakat unutk membantu Indonesia mempertahankan Papua.

Hal itu disampaikan Moeldoko usai menerima Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik David R. Stilwell, di Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, (2/9/2019).

"Yang sama-sama kami inginkan adalah kami juga inginsupport(dukungan) Amerika atas kondisi yang terjadi di Papua. Dan beliau (David R. Stilwell) sangatsupporttentang kedaulatan," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu berharap dukungan yang diberikan AS ini tak hanya yang bersifat diplomatik, tetapi juga dalam hal menjaga situasi keamanan. Moeldoko menyebut pada intinya AS sudah mau memberikan dukungan penuh kepada Indonesia dalam mempertahankan Papua.


"(Dukungan) dari segala sisi lah, dari sisi diplomatik, menjaga situasi bersama, karena kita sama-sama Amerika juga memiliki kegiatan di sana (Papua)," ujarnya.

Moeldoko menegaskan bahwa Papua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia meminta semua pihak tak meributkan soal desakan kemerdekaan Papua.

"Kan NKRI final sudah, ngapain ribut bicara itu. Semua persoalan sudah diselesaikan. Persoalan integrity negara sudah disepakati. No Way. NKRI harga mati kan gitu," tuturnya.

Pensiunan jenderal bintang empat itu memastikan kondisi di Papua dan Papua Barat sudah mulai berangsur-angsur membaik. Namun, kata Moeldoko kondisi di Bumi Cendrawasih diperburuk dengan penyebaran hoaks alias berita bohong.

Gelombang protes terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat pada pertengahan hingga akhir Agustus lalu. Semua itu terjadi buntut dari ujaran rasialisme yang ditujukan kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada 16 Agustus."Jadi banyak lagi media sosial yang hoaks-hoaks seperti itu," katanya.

Sejauh ini, pemerintah dan Kepolisian mengklaim kondisi sudah berangsur kondusif. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga ingin berkantor di Papua untuk sementara.

Itu dilakukan agar proses dialog dengan masyarakat setempat dapat berjalan intensif. Tentu demi meredamkan situasi yang memanas sejak beberapa pekan lalu. (Alf)

tag: #amerika-serikat  #papua  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ditunjuk Tangani Masalah Pangan, Pengamat Sebut Karena Kinerja Prabowo Memuaskan

Oleh Givary Apriman
pada hari Selasa, 14 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan ditunjuknya Prabowo Subianto menjadi pimpinan pembangunan lumbung pangan nasional bukan hal yang mengherankan. Pasalnya, selama ...
Berita

Ternyata Siswa Secapa Yang Tertular COVID-19 Tidak Sebanyak Sebelumnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-   Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Nefra Firdaus mengungkapkan fakta terbaru terkait situasi di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa ...